Cegah Stunting, Perempuan Diminta Lakukan Ini Sebelum Nikah

- Senin, 13 September 2021 | 11:39 WIB
Ilustrasi (orami.co.id)
Ilustrasi (orami.co.id)

HALUANPADANG.COM - Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun di Indonesia. Stunting berpotensi mengganggu sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, baan kematian anak sehingga penting untuk diselesaikan.

Untuk itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo meminta para calon ibu melakukan skrining kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui status gizi dan nutrisi.

“Untuk perempuan, harus memenuhi syarat untuk hamil. BKKBN tidak akan melarang orang untuk menikah karena bukan kewenangannya. Tetapi BKKBN ingin melakukan skrining sebelum nikah, diperiksa dulu status nutrisinya,” kata Hasto seperti dikutip dari Suara.com.

Faktor paling berpengaruh yang menyebabkan anak terlahir stunting adalah lingkungan, pendidikan dan kemiskinan. Namun menurut Hasto, 30 persen faktor spesifik yang berhubungan dengan kesehatan harus tetap terus dipantau.

Ia menjelaskan bayi yang lahir dengan keadaan di bawah standar yakni dengan panjang badan kurang dari 48 sentimeter, saat ini masih di atas 20 persen. Kemudian 25 persen bayi lahir sebelum waktunya.

Melihat kondisi tersebut, ia menyarankan bagi perempuan yang ingin menikah dan berencana memiliki anak agar tidak menikah pada usia terlalu muda. Sedangkan untuk perempuan yang sudah cukup usia perlu memenuhi syarat-syarat untuk bisa hamil.

Menurutnya apabila calon ibu belum memenuhi syarat untuk hamil, BKKBN tidak akan melarang untuk menikah, tetapi menyarankan untuk memperhatikan kesehatan terlebih dahulu sebelum nantinya ibu hamil.

“Kita ambil waktu tiga bulan karena cukup waktu untuk mengoreksi status nutrisi pasangan usia subur tersebut. Itulah salah satu program yang kita siapkan untuk mengawal proses reproduksi agar kemudian kita bisa mempercepat penurunan angka kekerdilan,” kata dia.

Selain pemeriksaan terhadap status gizi, calon ibu perlu memeriksa kondisi kesehatan tubuh melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas. Dia menjelaskan pemeriksaan terhadap hemoglobin (Hb) juga penting untuk dilakukan karena dapat membantu mencegah anak lahir stunting.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Pahami Sebelum Menggunakan, Ini 6 Efek Minum Pil KB

Kamis, 4 November 2021 | 08:50 WIB

Kenapa Bule Lebih Suka Pakai Tampon daripada Pembalut?

Minggu, 31 Oktober 2021 | 14:42 WIB

Cek Caramu Mendidik Anak, Sudah Benarkah?

Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:41 WIB

Ibu Hamil Bisa Vaksinasi Covid-19, Simak Syaratnya

Selasa, 5 Oktober 2021 | 09:02 WIB

Saat Nyeri Haid, Lakukan Hal Ini Agar Lebih Rileks

Senin, 27 September 2021 | 09:54 WIB
X