Pencuri Di Jawa Barat Ini Berhasil Bikin Air Mata Meleleh, Kejaksaan Langsung Bebaskan Segala Tuntutan

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 20:01 WIB

HALUAN PADANG – Seorang terdakwa kasus pencurian kendaraan bermotor, Agus Mustofa dibebaskan dari segala tuntutan oleh Kejaksaan Negeri Cimahi, Jawa Barat Jumat (28/1/2022). Dengan demikian, Agus tak lagi perlu menjalani sidang pengadilan karena kasus yang menjeratnya.

Usut demi usut, ternyata Kejaksaan menarik seluruh tuntutan terhadap Agus ini setelah melihat latar belakang Agus kenapa nekat mencuri motor majikannya.

Agus yang hidup serba kekurangan bersama sang ibu, terpaksa mencuri motor majikan hanya untuk sesuap nasi untuk menghidupi sang ibu yang kerap menahan kelaparan. Spontan, alasan ini membuat semua orang yang berada di ruang persidangan tersentak dan meneteskan air mata. Agus dinilai melakukan pencurian kendaraan bermotor tersebut karena terpaksa dan terdesak faktor ekonomi yang rumit.

Baca Juga: Begini Kronolgis Pencurian Disertai Kekerasan di Kota Padang, Polisi: Modus Pelaku Pura-Pura Bertanya Alamat
Sang majikan yang menjadi korban pencurian pun mengaku memaafkan perbuatan Agus.

Hal tersebut dibenarkan Kasi Pidum Kejari Cimahi, Yendri Aidil Fitha. Ia menjelaskan, Agus membawa motor Jaja dari Cimahi hingga melalui berbagai kota di Jawa Barat, sebelum sampai di Bantar Gebang, Bekasi.

“Karena si Agus pikirannya lagi enggak stabil, dibawalah motor itu jalan-jalan. Nggak tahunya sampailah si Agus di TPA (Tempat Pembuangan Akhir, red.) Bantar Gebang, Bekasi,” jelas Yendri pada Sabtu (29/1), dikutip dari Liputan6.com.

Kronologi kejadian tersebut disampaikan Yendri berdasarkan berita acara pemaksaan (BAP) dari penyidik Polsek Cipatat, Cimahi.

Agus yang merupakan penjahit untuk usaha konveksi difasilitasi dengan ruangan untuk menginap, tak jauh dari lokasi motor majikan biasa terparkir.

Baca Juga: Tak Kunjung Sadar, Residivis Pencurian Ditangkap Polresta Padang Usai Kembali Beraksi

Suatu ketika, ia melihat motor tersebut terparkir dengan kunci tergantung.

Kemudian ia membawa motor tersebut hingga ke Bekasi, dan sempat menggadaikannya.

“Beberapa hari di Bantar Gebang, uang Agus habis. Digadailah motor itu ke seorang pemulung di TPA Bantar Gebang bernama Kipli dengan harga Rp1 juta,” jelas Yendri.

Uang Rp1 juta hasil menggadai motor milik Jaja hendak diberikan Agus untuk ibunya yang sudah tua.

Suatu ketika, Kipli hendak mengisi bensin motor tersebut dan menemukan nomor telepon di jok motor. Setelah dihubungi, diketahui bahwa nomor tersebut milik majikan Agus.

Mengetahui motornya ada di Bantar Gebang, Jaja kemudian melapor ke Polsek Cipatat.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Spesialis Pencurian Besi Bantalan Rel Kereta Api di Batang Anai

Menanggapi laporan itu, personil dari Polsek Cipatat bergerak ke Bantar Gebang untuk mengamankan Agus dan motor itu, lalu keduanya dibawa ke Polsek Cipatat.

Agus sempat ditahan di Polsek Cipatat.

Setelah penyidikan oleh Polsek Cipatat selesai, berkas kasus dilimpahkan ke Kejari Cimahi.

Dalam proses penyerahan itu, pihak Polsek Cipatat memberi tahu kondisi Agus sakit TBC dan kolaps ke pihak Kejari.

Menimbang kondisi kesehatan Agus, pihak Kejari Cimahi berusaha menerapkan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.
Baca Juga: Angka Kriminalitas di Padang Tahun Ini Turun 100 Persen, Pencurian Terbanyak
Dalam penerapan keadilan restoratif terhadap Agus, Yendri mengaku Kejari telah berkoordinasi dengan penyidik, kemudian memfasilitasi perdamaian antara Jaja dan ibu Agus melalui RT setempat.

“Kita selaku fasilitator mencoba mendamaikan orang ini, ternyata Pak Jaja dengan lapang hati sudah memaafkan Agus karena menganggap Agus sudah seperti anaknya sendiri,” jelas Yendri.

Ia menambahkan, kesepakatan damai antara korban dan Agus terjadi pada 17 Januari 2022.

Kesepakatan damai itu lalu diajukan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dan diteruskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Disetujui Jaksa Agung, dan Jaksa Agung mau menghadiri, makanya pada minggu kemarin di depan Jaksa Agung dan Jampidum, kami laksanakan restorative justice,” tuturnya.(*)

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X