Paksa Difabel Bicara, Mensos Risma Banjir Kritikan

- Kamis, 2 Desember 2021 | 19:49 WIB
Menteri Sosial, Tri Rismaharini dalam rangkaian acara peringatan hari Disabilitas Internasional, Rabu (1/12/2021). (dok. Kemensos RI)
Menteri Sosial, Tri Rismaharini dalam rangkaian acara peringatan hari Disabilitas Internasional, Rabu (1/12/2021). (dok. Kemensos RI)

Haluan Padang - Menteri Sosial Risma Tri Rismaharini kembali menjadi sorotan publik. Mantan Walikota Surabaya ini dibanjiri kritik usai memaksa penyandang Tuli Wicara untuk berbicara dalam peringatan hari Disabilitas Internasional, Rabu (1/12/2021).

Apa yang dilakukan oleh Risma ini pun viral dan mendapatkan reaksi kekecewaan khususnya dari penyandang disabilitas.

Peristiwa tersebut bermula saat Risma menerangkan sebuah lukisan pohon yang dibuat oleh anak-anak penyandang disabilitas. Kemudian Risma meminta seorang penyandang Tuli untuk naik ke panggung dan memaksa menjelaskan apa yang ada didalam pikirannya atas lukisan tersebut dalam bentuk ucapan.

"Aldi, ini pohon kehidupan yang ibu lukis sedikit. Tadi dilanjutkan temanmu jadi pohon kehidupan. Kamu punya apa dalam pikiranmu. Harus disampaikan kepada ibu. Kamu sekarang ibu minta bicara. Ndak pakai alat kamu bicara," ujar Risma sambil menyodorkan microfon kepada pria tersebut yang dilansir di kanal Youtube Kemensos, Kamis (2/12/2021). 

Pemuda tersebut tidak bereaksi. Namun, Risma terus memaksa untuk bicara. Pemuda tersebut kemudian mencoba menulis tetapi dilarang oleh Mantan Walikota Surabaya itu.

"Kamu bisa, kamu bicara Aldi, kamu bisa bicara sayang. Menulis, ndak pakai tulis sayang, kamu bisa bicara," ujar Risma.

Pemuda tersebut kemudian berusaha mengeluarkan suara di balik masker namun tidak begitu jelas.

Beberapa menit kemudian, Perwakilan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), Stefanus meminta izin untuk berbicara. 

"Ibu, mohon maaf saya ingin bicara. Anak tuli itu memang harus memakai alat untuk bisa mendengar. Tetapi tidak untuk dipaksa bicara, saya kaget saat ibu memberikan pernyataan. Mohon maaf saya salah," ucap Stefanus.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Terkini

X