Muncul Desakan Boikot Saipul Jamil dari Tayangan Televisi dan Youtube Indonesia

- Jumat, 3 September 2021 | 15:30 WIB
Saipul Jamil bebas dari penjara secara murni pada Kamis, 2 September 2021. (Tangkapan layar Youtube/Mop Channel)
Saipul Jamil bebas dari penjara secara murni pada Kamis, 2 September 2021. (Tangkapan layar Youtube/Mop Channel)

HALUANPADANG.COM - Setelah lima tahun menjalani hukuman kurungan penjara penyanyi dangdut Indonesia Saipul Jamil kini telah bebas. Bebasnya Saipul Jamil mendapat perhatian dari media televisi melalui sejumlah tayangan.

Hal ini memicu reaksi publik dan muncul desakan untuk memboikot penyanyi berusia 41 tahun tersebut dari televisi dan youtube. Apalagi penyambutan Saipul Jamil bagaikan pahlawan dan berlangsung meriah.

Saipul Jamil diketahui menjalani hukuman penjara selama 5 tahun atas kasus pencabulan dan pedofilia yang ia lakukan kepada korban yang saat itu masih berusia dini. Selain itu ia juga berusaha menyuap majelis hakim.

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mewanti-wanti KPI jika Saipul Jamil muncul di televisi. Dikhawatirkan munculnya Saipul Jamil akan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

"Tentu tidak ada larangan bagi yang sudah pernah dipenjara untuk tampil di media siar, kita tunggu bagaimana KPI menyerap aspirasi publik terhadap adanya keengganan masyarakat agar Saipul Jamil tidak tampil di publik via media siar," Kata Bobby dikutip dari detik.com

Selain keresahan masyarakat lebih jauh munculnya Saipul Jamil di televisi atau media siar lainnya akan memicu trauma bagi korban.

Di situs petisi online Change.org kini muncul petisi untuk memboikot Saipul Jamil dari tayangan televisi dan youtube. Petisi ini digagas oleh sebuah akun bernama Lets Talk and Enjoy.

"Jangan biarkan mantan narapidana pencabulan anak diusia dini (pedofilia) masih berlalu-lalang dengan bahagia di dunia hiburan, sementara korbannya masih terus merasakan trauma.

Sungguh sangat berharap stasiun televisi melakukan hal yang sama dengan memboikot mantan narapidana pencabulan anak diusia dini (pedofilia) muncul." tulisnya di akhir petisi.

Saat ini petisi tersebut telah telah ditandatangani oleh lebih dari 7.000 pengguna. Beberapa pengguna ikut menandatanangi sebagai bentuk empati kepada korban.

"Saya berempati pada korban. Dan sudah sepatutnya pelaku pedofilia diboikot dari acara manapun karena menimbulkan keresahan masyarakat dan bisa memicu trauma korban. Sungguh memalukan nama Indonesia, bagaimana mungkin pelaku kejahatan malah diberi panggung dan di arak bak pahlawan yang mengharumkan nama bangsa. Sungguh teramat memalukan!" tulis seorang pengguna bernama Ephifania Sheilla.

"Tidak sepantasnya mantan napi pelaku pencabulan anak disambut begitu meriah, tidak pantas orang tidak bermoral pelaku pencabulan anak tampil di TV yg ditonton oleh masyarakat se-Indonesia. Jangan menormalisasi hal yg seperti ini. Bagaimana jika korban yg trauma beserta keluarga menyaksikan pelaku tertawa haha hihi di TV dan dinikmati khalayak ramai. Sungguh tidak pantas." tulis seorang pengguna lain bernama Nayana Zuhriyah.(*)

 

Halaman:

Editor: Emen HLN

Tags

Terkini

Paksa Difabel Bicara, Mensos Risma Banjir Kritikan

Kamis, 2 Desember 2021 | 19:49 WIB
X