Waspada Penyakit Pneumonia, Kenali Ciri-ciri Serta Pencegahannya

- Selasa, 30 November 2021 | 11:06 WIB
Ilustrasi Pneumonia (Freepik)
Ilustrasi Pneumonia (Freepik)

HALUAN PADANG – Pneumonia atau yang lebih dikenal dengan istilah paru-paru basah merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru.

Paru-paru terdiri dari kantung-kantung kecil atau alveoli yang terisi dengan udara saat bernapas. Namun ketika seseorang menderita pneumonia, alveoli paru-paru penderita akan dipenuhi dengan nanah dan cairan, sehingga membuat pernapasan terasa sakit dan membatasi asupan oksigen.

Pneumonia bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. SARS-CoV- 2 yang menyebabkan COVID-19 adalah salah satu jenis virus yang bisa menyebabkan pneumonia.

Pneumonia akibat COVID-19 bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, salah satunya adalah Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Pneumonia terkadang juga bisa muncul beserta penyakit paru-paru lain, misalnya TB paru.

Orang paling berisiko terkena pneumonia adalah orang-orang yang pulih dari operasi, mereka yang mengidap penyakit pernapasan atau infeksi virus, dan mereka yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah.

Adapun ciri-ciri dan gejala pneumonia, antara lain:

  1. Demam, berkeringat, dan menggigil
  2. Suhu tubuh lebih rendah dari normal terutama pada orang di atas usia 65 tahun dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  3. Batuk berdahak dengan lendir yang tebal dan kental
  4. Nyeri dada saat bernapas atau ketika batuk
  5. Sesak napas (nafas cepat)
  6. Kelelahan dan nyeri otot
  7. Mual, muntah, atau diare
  8. Sakit kepala

Meski ada banyak penyebab pneumonia tetapi ada pula beberapa hal yang dapat membantu mencegah pneumonia. Salah satunya dengan pemberian vaksin untuk membunuh bakteri penyebab pneumonia dan juga vaksin influenza.

Vaksin ini terutama diberikan kepada orang-orang berisiko tinggi seperti penderita diabetes, asma, dan masalah kesehatan lainnya yang parah atau kronis.
Vaksinasi untuk menghindari pneumonia akan lebih efektif bila diberikan pada anak sejak usia di bawah 2 tahun.

Namun tak perlu khawatir, beberapa jenis vaksin lainnya juga tersedia untuk anak usia 2-5 tahun. Selain vaksin, penerapan pola hidup sehat juga penting dilakukan untuk mencegah pneumonia dan menjaga daya tahan tubuh.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

X