Mengenal 4 Jenis Perkawinan di Minangkabau

- Kamis, 25 November 2021 | 15:39 WIB
Ilustrasi pernikahan di Minangkabau (Unsplash/ febri al barents)
Ilustrasi pernikahan di Minangkabau (Unsplash/ febri al barents)

HALUANPADANG– Perkawinan menurut adat Minangkabau merupakan suatu yang sakral. Hal ini karena selain menunaikan syariat agama, perkawinan juga mempertalikan dua keluarga yang sebelumnya tidak memiliki hubungan kekeluargaan.

Saat ini bentuk perkawinan di Minangkabau sudah mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada zaman dahulu, suami yang dalam bahasa Minang disebut dengan Sumando, tidak memiliki hak apa-apa dalam kekeluargaan tradisional Minangkabau.

Namun saat ini dengan maraknya keluarga batih/ keluarga modern, suamilah yang memiliki peran paling besar dan bertanggung jawab penuh terhadap keluarganya.

Minangkabau sebagai suatu kelompok etnis memiliki ciri khas yang unik, yaitu sistem kekeluargaan menurut garis ibu atau matrilineal. Sehingga hal ini berpengaruh langsung terhadap sistem perkawinan di Minangkabau.

Tujuan perkawinan di Minangkabau sesuai dengan ajaran islam, yaitu menunaikan sunnah nabi dan menyatukan dua keluarga dalam suatu ikatan perkawinan.

Tujuan perkawinan dalam Minangkabu juga untuk menciptakan keluarga baru, yang mana keluarga tersebut tidak terpisah dari keluarga utama atau keluarga gadang di mana suku bernaung.

Perkawinan di Minangkabau dilakukan sesuai dengan syariat islam dan sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 1947 tentang Perkawinan.

Perkawinan dalam adat Minang terbagi menjadi:

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

X