Dikit-dikit Ngomel, Kenapa Orang Lebih Mudah Tersinggung Saat Pandemi?

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB
Ilustrasi (Pexels/ Moose Photos)
Ilustrasi (Pexels/ Moose Photos)

HALUANPADANG.COM – Disadari atau tidak selama pandemi semakin banyak orang yang lebih mudah tersinggung. Bahkan mungkin hal tersebut dialami oleh diri kita sendiri.

Beberapa orang lebih gampang marah dan meluap-luap bahkan untuk hal yang sepele. Apa yang membuat mood memburuk selama pandemi?

Ternyata, hal itu bisa jadi karena seseorang sudah lelah dengan semua hal yang terjadi di luar kendali. Situasi yang tidak kunjung membaik juga membuat kemampuan seseorang dalam menolerirnya kian hari kian menurun.

Selama pandemi, kita mempunyai ‘Jendela Toleransi’, yaitu kemampuan untukmengatur emosi, menoleransi kesulitan, stres dan frustrasi, serta menanggapi masa-masa sulit.

Nah, saat tekanan yang datang lebih besar daripada celah (jendela toleransi) yang kita buka, kita jadi merangsangnya dengan sifat yang disebut hypoarousal atau hyperarousal.

Orang yang mengalami hypoarousal biasanya akan menutup diri, sedangkan tipe hyperarousal cenderung melampiaskan emosinya. Bahkan, bisa sampai berteriak hingga membanting pintu hanya karena masalah kecil.

Lantas bagaimana cara mengendalikan emosi agar tidak semakin memburuk?

Ternyata ketika sedang emosi, seseorang perlu menenangkan diri secara privat. Selain agar tidak ada orang lain yang dirugikan, kita juga harus memastikan cara dia meluapkan emosi tidak membahayakan diri sendiri.

Ada beberapa cara aman dalam  mengendalikan emosi. Pertama-tama, kamu bisa mencoba menuliskan kesalahan di kertas lalu menyobeknya, berteriak sambil mendekap bantal, melempar bola tennis ke tembok, atau mandi air dingin untuk meredakan amarah yang meledak-ledak.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

10 Tips Balikan Lagi Sama Mantan, Dijamin Ampuh

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:30 WIB

Mengenal Zero Waste, Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Minggu, 28 November 2021 | 09:47 WIB
X