10 Jenis Vaksin Ini Resmi Digunakan di Indonesia, Apa Saja Efek Sampingnya?

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HALUANPADANG.COM –  Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar menggenjot program vaksinasi sebagai upaya mengurangi penyebaran Covid-19. Beragam jenis vaksin didatangkan demi demi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Untuk mengetahui ada berapa jenis vaksin COVID-19 di Indonesia, Haluan Padang sudah merangkumnya. Yuk kenali!

1. CoronaVac dari Sinovac China (11 Januari 2021)

Ini merupakan vaksin pertama yang mendapat izin edark oleh BPOM karena sudah memenuhi standar minimal WHO.

Selain itu, vaksin ini hanya memberi efek ringan seperti: nyeri, iritasi, pembengkakan sistematik, nyeri otot, sakit kepala dan demam.

2. Vaksin Covid-19 oleh PT Bio Farma (16 Februari 2021)

Menurut ahli, vaksin ini hampir sama kandungannya dan khasiat keamanannya dengan CoronaVac, Namun karena terdapat perbedaan tempat produksi, maka vaksin ini wajib diregistrasikan.

3. AstraZeneca (22 Februari 2021)

Vaksin ini dikembangkan oleh Universitas kenamaan dunia yaitu Oxford yang juga bekerjasama dengan AstraZeneca.

Dalam uji coba evaluasi, terbukti vaksin ini menunjukkan kemampuan baik dalam merangsang pembentukan antibodi untuk segala usia.

4. Sinopharm (30 April 2021)

Vaksin ini Juga dibuat oleh anak perusahaan China yaitu China National Biotec Group (CNBG).

Vaksin ini terbukti berhasil memperkuat antibodi yang menetralisasi virus SARS-CoV2 sebesar 99,52%

5. Moderna (2 Juli 2021)

Vaksin Moderna dikhususkan untuk masyarakat yang berusia lebih dari 18 tahun. Efek samping yang umum dirasakan penerima vaksin ini adalah nyeri, sakit kepala dan mengigil. Sementara itu, efikasi vaksini ini sebesar 94,1%.

6. Sputnik-V Rusia (25 Agustus 2021)

Vaksin berikut juga diperuntukkan bagi usia 18 tahun keatas. Vaksin ini memiliki efek samping seperti flu, nyeri, badan lemas, ketidaknyamanan, sakit kepala bahkan hipertemia. Efikasi vaksin ini mencapai 91,6%.

7. Vaksin Novavax

Vaksin Novavax dibuat dengan teknologi yang memanfaatkan virus penyebab flu (adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi.

Perlu diketahui pula, vaksin Novavax dikembangkan oleh AstraZenecca-Oxford, sehingga vaksin ini disuntikkan antara 1-2 kali dengan jarak waktu 28 hari.

Adapun dosis yang diberikan berkisar 0,5 ml per dosis.

Vaksin Novavax

Vaksin Novavax dibuat dengan teknologi yang memanfaatkan virus penyebab flu (adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi. Perlu diketahui pula, vaksin Novavax dikembangkan oleh AstraZenecca-Oxford, sehingga vaksin ini disuntikkan antara 1-2 kali dengan jarak waktu 28 hari. Adapun dosis yang diberikan berkisar 0,5 ml per dosis.

Baca artikel detiknews, "Ada Berapa Jenis Vaksin Covid di Indonesia? Ini Daftarnya" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5762537/ada-berapa-jenis-vaksin-covid-di-indonesia-ini-daftarnya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

8. Janssen J&J (7 September 2021)

Vaksin ini hanya dikhususkan bagi usia 18 tahun ke atas.

Efek samping yang sering dilaporkan adalah nyeri, kemerahan, pembengkakan, sakit kepala, fatique, mengantuk, nyeri, mual, muntah, demam, hingga diare. Efikasi vaksin ini sebesar 67,2%.

9. Convidecia Cansino (7 September 2021)

Efek samping yang sering dilihat adalah adanya nyeri, kemerahan, pembengakakan, sakit kepala, fatique, nyeri, mual, demam, dan diare.

Namun, vaksin ini memiliki efikasi yang sangat disayangkan karena hanya sebesar 65,3%.

10. Zifivax (7 Oktober 2021)

Kembali mengantongi izin, vaksin ini hanya diperuntukkan bagi usia 18 tahun keatas.

Zifivax bisa menjadi pilihan utama karena efikasi yang diberikan cukup tinggi yaitu diatas 70% bagi tiap varian covid.*

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

5 Menu Sarapan yang Justru Bisa Bikin Gemuk

Selasa, 18 Januari 2022 | 07:00 WIB
X