10 Jenis Vaksin Ini Resmi Digunakan di Indonesia, Apa Saja Efek Sampingnya?

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Perlu diketahui pula, vaksin Novavax dikembangkan oleh AstraZenecca-Oxford, sehingga vaksin ini disuntikkan antara 1-2 kali dengan jarak waktu 28 hari.

Adapun dosis yang diberikan berkisar 0,5 ml per dosis.

Vaksin Novavax

Vaksin Novavax dibuat dengan teknologi yang memanfaatkan virus penyebab flu (adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi. Perlu diketahui pula, vaksin Novavax dikembangkan oleh AstraZenecca-Oxford, sehingga vaksin ini disuntikkan antara 1-2 kali dengan jarak waktu 28 hari. Adapun dosis yang diberikan berkisar 0,5 ml per dosis.

Baca artikel detiknews, "Ada Berapa Jenis Vaksin Covid di Indonesia? Ini Daftarnya" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5762537/ada-berapa-jenis-vaksin-covid-di-indonesia-ini-daftarnya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

8. Janssen J&J (7 September 2021)

Vaksin ini hanya dikhususkan bagi usia 18 tahun ke atas.

Efek samping yang sering dilaporkan adalah nyeri, kemerahan, pembengkakan, sakit kepala, fatique, mengantuk, nyeri, mual, muntah, demam, hingga diare. Efikasi vaksin ini sebesar 67,2%.

9. Convidecia Cansino (7 September 2021)

Efek samping yang sering dilihat adalah adanya nyeri, kemerahan, pembengakakan, sakit kepala, fatique, nyeri, mual, demam, dan diare.

Namun, vaksin ini memiliki efikasi yang sangat disayangkan karena hanya sebesar 65,3%.

10. Zifivax (7 Oktober 2021)

Kembali mengantongi izin, vaksin ini hanya diperuntukkan bagi usia 18 tahun keatas.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

Mengenal Zero Waste, Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Minggu, 28 November 2021 | 09:47 WIB

Mengenal 4 Jenis Perkawinan di Minangkabau

Kamis, 25 November 2021 | 15:39 WIB
X