Jangan Abai! Indonesia Berpotensi Alami Lonjakan Kasus Covid-19 Ketiga

- Kamis, 23 September 2021 | 08:45 WIB
Seorang lansia meringis ketika petugas kesehatan menyuntikan vaksin covid pertama./Kominfo
Seorang lansia meringis ketika petugas kesehatan menyuntikan vaksin covid pertama./Kominfo

HALUANPADANG.COM – Lonjakan pertama kasus Covid-19 di Indonesia terjadi pada Januari 2021 imbas dari libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang bersamaan dengan lonjakan pertama dunia.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa ketika terjadi lonjakan kedua kasus di dunia melonjak, Indonesia tengah berada di titik terendah kasus mingguan.

Sebaliknya, saat Indonesia kasusnya meningkat pada Juli, kasus Covid-19 dunia menurun dan kembali meningkat hingga mencapai lonjakan ketiga. "Namun, pada lonjakan kedua, dunia mengalaminya lebih cepat yaitu pada April 2021," kata Wiku Adisasmito.

Dari perbandingan pola lonjakan tersebut, ia mengingatkan pelajaran yang bisa diambil, yaitu lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pada Juli 2021 nyatanya tidak berkontribusi signifikan terhadap kasus dunia.

Wiku mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman untuk mencegah potensi lonjakan ketiga di Indonesia. "Indonesia saat ini telah mengalami dua kali lonjakan yang terjadi pada Januari dan Juli 2021," kata Wiku Adisasmito.

Baca Juga: Kota Padang Bisa Keluar dari PPKM Level 4, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Ia mengatakan bahwa saat ini, dunia tengah mengalami lonjakan ketiga, sehingga perlu diwaspadai dengan mempelajari pola kenaikan kasus di dalam negeri yang cenderung lebih lambat dari kenaikan kasus dunia.

"Pada pola gelombang kedua di mana terdapat jeda tiga bulan, perlu kita antisipasi mengingat dalam tiga bulan ke depan ini kita akan memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2022," katanya.

Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa lonjakan kasus di Indonesia pada Juli 2021 dipicu faktor internal, bukan karena naiknya kasus global maupun datang dari negara-negara lain.

Beberapa faktor internal penyebab kenaikan kasus dan penyebaran virus, yaitu meningkatnya mobilitas dalam negeri dan aktivitas sosial masyarakat yang terjadi bersamaan periode mudik Idul Fitri dan sikap abai masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Lakukan 4 Hal Simpel Ini Agar Rumah Terlihat Bersih

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:09 WIB

Kenali Toxic Productivity dan 3 Cara Mengatasinya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:01 WIB

Apa Benar Vegetarian Lebih Sehat?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:41 WIB

Bubuk atau Cair, Deterjen Mana yang Paling Bagus?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 08:15 WIB

Terpopuler

X