Ngayau, Tradisi Suku Dayak yang Bikin Penjajah Kalang Kabut

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:50 WIB
Ilustrasi (Pixabay/ darwisalwan)
Ilustrasi (Pixabay/ darwisalwan)

 

HALUANPADANG.COM – Dulu ketika menjajah, Inggris dan Belanda kalang kabut ketika berhadapan dengan suku Dayak. Disebutkan juga, mereka memilih mundur daripada harus menghadapi orang-orang Dayak.

Sampai-sampai, kompeni Belanda pada kala itu memberi julukan “pasukan hantu” pada Suku Asli Indonesia ini.

Hal ini karena kehebatan mereka dalam berperang dan memiliki satu tradisi yang bisa dikategorikan sebagai “tidak manusiawi,” yaitu ngayau.

Ngayau adalah salah satu tradisi dari suku Dayak, Kalimantan, yang mempraktikkan pelepasan kepala musuh. Banyak pendapat mengenai hal ini.

Namun, bagi orang suku Dayak sendiri, Ngayau merupakan suatu upacara sakral yang bertujuan untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia ke langit tujuh.

Tradisi ini sudah banyak diteliti oleh para ahli, salah satunya adalah Mc Kinley.

Di tahun 1976, Kinley berpendapat bahwa kepala dipilih sebagai simbol karena kepala merupakan nilai sosial yang erat hubungannya dengan nama serta simbol seseorang.

Ditambahkan oleh Freeman di tahun 1979 dalam kajian mengenai suku Dayak Iban, ia mengatakan bahwa berburu kepala merupakan sebuah simbolik yang berkaitan dengan kesuburan.

Selain itu dikatakan bahwa ketika berperang dulu, orang dari suku ini sangat fokus mengincar pimpinan musuhnya.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

Anti Ribet, Berikut Tips Packing Praktis untuk Liburan!

Selasa, 14 Desember 2021 | 22:54 WIB
X