Sumbar Hanya Dikunjungi 1 Wisman dalam 15 Bulan, ASITA: Tour and Travel Bangkrut!

- Selasa, 28 September 2021 | 15:42 WIB
Kawasan Wisata Kepulauan Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (internet)
Kawasan Wisata Kepulauan Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (internet)

HALUAN PADANG - Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumbar mengkritik peraturan pengetatan mobilitas masyarakat selama pembatasan yang berlaku di tengah pandemi Covid-19.

Kritik tersebut disampaikan berkaitan dengan jumlah kunjungan wisawatawan mancanegara yang datang ke Sumbar sejak April 2020 hingga Juli 2021 hanya 1 orang-berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar.

Ketua ASITA Sumbar, Ian Hanafiah mengatakan, sepinya kunjungan wisman ini memang tidak hanya dialami Sumbar, namun merata di hampir seluruh daerah di Indonesia.

"Memang kondisi saat ini susah, bukan hanya sumbar. Peraturan sangat ketat. Tour and travel hampir semuanya bangkrut," katanya pada Haluan Padang, Selasa (28/9).

Kendati demikian, sejauh ini menurut dia, pelaku bisnis perjalanan wisata mahfum sebab wisatawan mengantisipasi penularan Covid-19.

Namun di sisi lain, Ian menyebutkan ada faktor lain yang memberatkan wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata di Indonesia, salah satunya adalah batas waktu berlakunya PCR.

Baca Juga: Selama 15 Bulan, Hanya 1 Orang Wisman yang Berkunjung ke Sumbar

Di Sumbar sendiri, sebut Ian, lamannya pemeriksaan sampel swab membuat wisatawan enggan melakukan perjalanan.

Harusnya, dengan kondisi demikian, pemerintah mengeluarkan regulasi yang lebih mengakomodasi mobilitas masyarakat, di samping tetap menjaga kesehatan. Antara lain dengan meninjau kembali batas waktu hasil tes swab PCR.

"Hasil tes swab PCR tidak ada yg selesai 1 hari. Kalau bisa hasil tes swab PCR bisa berlaku 4 hari. Namun kalau di segi kesehatan memang hanya bisa 2 hari, kami memaklumi," jelas dia.

"Contoh Jawa dan Bali, disana sudah menerapkan standar perjalanan menggunakan hasil tes antigen saja. Itu lebih mudah didapat dan hasilnya cepat diketahui," tambah Ian.

Kemudian, regulasi lain yang menjadi faktor rendahnya kunjungan wisman ke Sumbar adalah kebijakan PPKM.

"PPKM di Sumbar masih di level 4 dan peringkat covid lumayan tinggi secara nasional, wisatawan takut" imbuh Ian kemudian.

[Daffa Benny]

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

5 Kedai Kopi Kekinian Ini Ternyata Milik Para Artis

Selasa, 9 November 2021 | 15:49 WIB

Turbulensi Tidak Selalu Berbahaya, Ini 5 Faktanya

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:24 WIB
X