Nyatakan Bangkrut, Google Rusia Pernah Didenda Rp1,6 Triliun

- Kamis, 19 Mei 2022 | 12:25 WIB
Google  (UNSPLASH)
Google (UNSPLASH)

HALUAN PADANG - Anak perusahaan Alphabet Inc, Google Rusia telah mengajukan kebangkrutan, menurut pesan yang diunggah di register resmi Rusia Fedresurs pada Rabu, 18 Mei 2022.

Anak perusahaan itu "mengajukan pemberitahuan tentang niat untuk menyatakan dirinya bangkrut", kata catatan itu.

“Sejak 22 Maret 2022, ia meramalkan kebangkrutan dan ketidakmampuannya sendiri untuk memenuhi kewajiban moneternya, tuntutan untuk membayar pesangon dan (atau) remunerasi staf yang bekerja atau sebelumnya bekerja di bawah kontrak kerja, dan (atau) kewajiban untuk membuat pembayaran wajib dalam periode yang ditentukan," kata catatan itu.

Baca Juga: Minat Kerja di Google? Ada 34 Lowongan Kerja di Indonesia untuk Lulusan S1

Google tidak segera menanggapi permintaan komentar. David Sneddon, yang disebut sebagai direktur umum anak perusahaan, tidak dapat segera dihubungi.

Rusia pada hari Selasa mengatakan tidak berencana untuk memblokir YouTube Alphabet, terlepas dari ancaman dan denda berulang, mengakui bahwa langkah seperti itu kemungkinan akan membuat pengguna Rusia menderita dan karenanya harus dihindari.

Kepala Eksekutif Rostelecom, Mikhail Oseevskiy, pada hari Rabu mengatakan Google beroperasi seperti biasa di negara itu, termasuk semua servernya, kantor berita TASS melaporkan.

Tidak segera jelas apakah denda terhadap Google sebesar 7,2 miliar rubel (Rp1,6 triliun) pada bulan Desember karena tidak menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Rusia, diduga menjadi penyebab kebangkrutan.

Pendapatan anak perusahaan tahun 2021 adalah 134,3 miliar rubel, menurut database perusahaan Rusia Spark milik kantor berita Interfax.(*)

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

Gampang! Begini Cara Melacak Nomor Tak Dikenal

Senin, 6 Juni 2022 | 09:24 WIB
X