Ilmuwan Temukan Sebab Kenapa Ada Orang Bisa Mendengar Suara Hantu

- Rabu, 24 November 2021 | 19:49 WIB

HALUAN PADANG - Para ilmuwan, dalam sebuah penelitian, telah mengidentifikasi sebab-sebab yang mungkin membuat seseorang mengaku bahwa ia mampu mendengar suara-suara orang mati. 

Secara khusus, para ilmuwan tersebut ingin lebih memahami mengapa beberapa orang dengan pengalaman mendengar suara-suara 'hantu' melaporkannya sebagai pengalaman spirituil, sementara yang lain dibuat tertekan sampai akhirnya menerima diagnosis kesehatan mental.

"Spiritualis (Cenayang) cenderung melaporkan pengalaman pendengaran yang tidak biasa yang sifatnya positif, yang bermula sejak mereka lahir dan kemudian dapat mereka kendalikan," jelas Peter Moseley seperti dikutip dari sciencealert.com.

"Penting untuk memahami fenomena tersebut, karena dapat membantu kita memahami lebih banyak tentang pengalaman mendengar suara yang menyedihkan atau tidak terkendali," tambahnya psikolog dari Universitas Northumbria di Inggris ketika studi tersebut pertama kali dirilis.

Dia dan koleganya psikolog Adam Powell dari Durham University di Inggris merekrut dan mensurvei 65 orang dari Serikat Nasional Spiritualis Inggris, dan 143 masyarakat umum yang direkrut melalui media sosial. Survei tersebut dilakukan untuk menentukan apa yang membedakan Spiritualis dari masyarakat umum yang biasanya tidak melaporkan mendengar suara orang mati.

Secara keseluruhan, 44,6 persen Spiritualis melaporkan mendengar suara setiap hari, dan 79 persen mengatakan pengalaman itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Sementara sebagian besar melaporkan mendengar suara-suara di dalam kepala mereka, 31,7 persen melaporkan bahwa suara-suara itu juga berasal dari luar.

Hasil survei itu mengejutkan.

Dibandingkan dengan populasi umum, para Spiritualis melaporkan kepercayaan yang jauh lebih tinggi pada paranormal dan cenderung tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Para Spiritualis secara keseluruhan memiliki pengalaman pendengaran pertama mereka pada usia muda, pada usia rata-rata 21,7 tahun.

Selain itu, mereka melaporkan bahwa mereka lebih rentan terhadap pengalaman seperti halusinasi. Para peneliti mencatat bahwa mereka biasanya tidak pernah mendengar tentang Spiritualisme sebelum pengalaman mereka; sebaliknya, mereka menemukannya sambil mencari jawaban.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Layanan Indosat GIG Tutup Usia, Begini Pengumumannya

Sabtu, 20 November 2021 | 20:45 WIB

Resmi Masuk Indonesia, Segini Harga iPhone 13

Jumat, 5 November 2021 | 11:21 WIB

Awas Scam di WhatsApp! Ini 5 Cara Mengatasinya

Jumat, 5 November 2021 | 10:56 WIB

Sah! Facebook Ganti Nama Menjadi Meta

Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:09 WIB
X