Peneliti Ingatkan Kemungkinan Terjadinya "Kiamat Internet"

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:44 WIB
Badai Matahari Super Disebut Dapat Sebabkan Internet Tak Berguna Berbulan-Bulan (tangkap layar livescience.com)
Badai Matahari Super Disebut Dapat Sebabkan Internet Tak Berguna Berbulan-Bulan (tangkap layar livescience.com)

HALUANPADANG.COM - Belum lama ini, Sangeetha Abdu Jyothi, seorang asisten professor di University of California, memprediksi terjadinya 'kiamat internet' yang dipicu badai matahari ekstrem.

Dalam laporan berjudul "Solar Superstorms: Planning for an Internet Apocalypse" itu, Jyothi menyebut badai Matahari ekstrem dapat memicu  gangguan medan magnet Bumi atau badai geomagnetik.

Badai geomagnetik ini bisa mempengaruhi kabel internet bawah laut panjang antarbenua.

Selama ini, internet beroperasi dengan kabel yang dilengkapi repeater itu. Repeater ini berfungsi untuk meningkatkan sinyal optik, dengan jarak sekitar 30-90 mil.

Repeater inilah yang rentan terhadap arus geomagnetik. Jika satu repeater offline, jaringan kabel tidak akan dapat berfungsi.

Seluruh benua akan terputus satu sama lain, jika cukup banyak kabel internet bawah laut yang gagal.

Amerika Serikat dan Inggris berpotensi terputus dari jaringan terlebih dahulu, jika terjadi badai geomagnetik yang dahsyat.

"Dampak ekonomi dari gangguan internet selama sehari di SA diperkirakan mencapai US$7 miliar lebih. Bagaimana jika jaringan tetap tidak berfungsi selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan?" terang Jyothi, seperti dikutip dari CNBC.com. 

Kabar baiknya, resiko kerusakan jaringan internet lokal dan regional cenderung lebih rendah rusak karena kabel serat optik itu sendiri tidak terpengaruh oleh arus yang diinduksi secara geomagnetik.

Kabar baik lainnya, peluang fenomena badai Matahari ekstrem cukup kecil, hanya 1,6% hingga 12% per dekade.

Namun seperti diingatkan Jyoti, infrastruktur yang ada di bumi sebetulnya belum siap menghadapi efek badai matahari ekstrem, jika hal tersebut benar-benar terjadi.

Sebagai catatan pada 1859 dan 1921, Bumi pernah dilanda badai matahari. Di Kanada, pada Maret 1989, sebuah badai kecil saja mampu memadamkan jaringan internet satu provinsi selama sembilan jam. (*)

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Layanan Indosat GIG Tutup Usia, Begini Pengumumannya

Sabtu, 20 November 2021 | 20:45 WIB

Resmi Masuk Indonesia, Segini Harga iPhone 13

Jumat, 5 November 2021 | 11:21 WIB

Awas Scam di WhatsApp! Ini 5 Cara Mengatasinya

Jumat, 5 November 2021 | 10:56 WIB

Sah! Facebook Ganti Nama Menjadi Meta

Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:09 WIB
X