Sah! Prof. Dr. Syafruddin Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang

- Kamis, 2 Desember 2021 | 19:10 WIB
Pengukuhan Syafruddin jadi guru besar UIN IB Padang (Youtube)
Pengukuhan Syafruddin jadi guru besar UIN IB Padang (Youtube)

HALUAN PADANG - Rapat Senat Terbuka Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang secara resmi telah mengukuhkan Prof. Dr. Syafruddin, M. Ag sebagai guru besar.

Syafruddin dikukuhkan sebagai guru besar bersama dua tokoh lainnya yakni Prof. Dr. Firdaus, M.Ag, dan Prof. Dr. Ahmad Sabri, M.Pd.

Dalam pidatonya, Prof. Dr. Syafruddin menyampaikan arti penting pemahaman dan mentadabburi Al-Qur'an, alih-alih hanya membaca tanpa memahami maknanya.

Ia menjelaskan jika ingin memahami Al-Qur'an, perlu memahami dari teks bahasanya. Menurut dia kajian dari teks itu berliku-liku, dan banyak pembahasannya.

"Yang kedua, melalui konteks susunan kata sebelum dan sesudah ayat itu, ditambah dukungan hadis nabi. Jika tidak melalui metode ini, seseorang tidak mungkin memahami dan mengutip pesan Al Quran," kata dia.

Maka kajian-kajian ini menjadi sangat penting. Berdasarkan pernyataan tersebut, Syafruddin menekankan betapa pentingnya ilmu tafsir, yang dipelajari di Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN IB.

"Dalam forum yang terhormat ini, saya sampaikan bahwa kajian-kajian mengenai tafsir ini masih sangat diperlukan," papar dia.

Ia menambahkan dalam kajian Islam, ada tiga area yang dipelajari, yaitu teks, penafsiran para ulama sejak awal Islam sampai sekarang, kemudian realitas masyarakat Islam yang beramal dan mempraktikkan ajaran itu.

"Tiga area besar ini, perlu dipahami begitu sungguh-sungguh dalam kajian keislaman," ujar dia singkat.

Sedangkan Prof. Dr. Firdaus, M.Ag menyampaikan pidato berjudul Urf dan Pembaharuan Hukum Islam.

Pidato tersebut memberikan contoh bagaimana tafsiran ulama bisa berbeda antara satu zaman dengan zaman lainnya.

"Zaman dulu pengajar Al-Qur'an tidak boleh terima upah karena mereka bisa memenuhi kebutuhan dari Baitul Mal, beda dengan zaman sekarang," katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ahmad Sabri, M.Pd menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Perspektif Pendidikan Islam terhadap Konsep Merdeka Belajar."

Melalui orasi tersebut, Ahmad Sabri menawarkan Konsep Merdeka Belajar dengan Perspektif Pendidikan Islam.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

Enggan Bayarkan Zakat? Siap-siap Kena Azab Pedih!

Rabu, 22 September 2021 | 11:05 WIB

Sah! Super Weekend II PMPL PUBG Milik Bonafide

Minggu, 5 September 2021 | 22:26 WIB
X