Jaga Toleransi, Sumbar Bisa Selesaikan Potensi Konflik Agama dengan Diplomasi

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 12:33 WIB
Tenaga Ahli Kementerian Agama, Muhammad Syalthout
Tenaga Ahli Kementerian Agama, Muhammad Syalthout

HALUANPADANG.COM – Tenaga Ahli Kementerian Agama, Muhammad Syalthout memposisikan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai provinsi yang mampu menjaga kerukunan dan toleransi beragama dengan baik. Di Sumbar, setiap potensi konflik mampu diselesaikan dengan baik, tanpa menimbulkan konflik fisik.

Hal itu disampaikan Syalthout dalam Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi Kelembagaan Persiapan Tahun Toleransi yang dilaksanakan di Grand Rocky Hotel Bukittinggi.

“Tidak ada potensi konflik yang pada akhirnya melebar di sini (Sumbar-red). Semua bisa diselesaikan dengan baik dan dengan jalan diplomasi,” ungkap Syalthout.

Dituturkan Syalthout, sepengetahuannya, Sumbar tidak pernah merasakan kelamnya toleransi sampai pada aksi penyerangan fisik atau pembakaran yang mengarah pada perbuatan melanggar hukum. Sebagai negeri yang penuh mufakat, setiap potensi masalah mampu dengan baik diselesaikan dengan duduk bersama.

Baca Juga: Tokoh Agama Ranah Minang Bersatu Sukseskan Tahun Toleransi 2022

“Inilah hebatnya Sumbar, semua masalah bisa diselesaikan dengan duduk bersama, berdialog. Kearifan lokal dalam menyelesaikan masalah inilah yang menjadikan Sumbar ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Tahun Toleransi 2022. Ini unik, khas dan unggul dari daerah lain,” papar Syalthout.

Dipilihnya Sumbar sebagai prioritas daerah tahun toleransi 2020 lantaran faktor karateristik. “Kedua. Kalau Sumbar itu berhasil, harusnya ada beberapa tipe dari tiga dimensi tersebut kita ingin tahu, kira-kira Sumbar paling cocok yang mana,” kata Syalthout.

Tiga dimensi yang dimaksud Mahmud, adalah tentang apakah Sumbar masuk dalam tipe persaudaraan keagamaan, kebangsaan atau kemanusiaan.

“Sebenarnya kita sudah punya pemetaan dari 34 provinsi. Misalnya ada beberapa tipe yang itu contohnya mirip kayak bisa diusulkan alam Sumbar yang terbuka tapi diplomatis,” jelasnya.

“Ada yang terbuka, tapi mungkin dengan power, seperti Sulawesi Selatan. Jadi ada beberapa tipe, pertimbangan aspek sosiologis,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Enggan Bayarkan Zakat? Siap-siap Kena Azab Pedih!

Rabu, 22 September 2021 | 11:05 WIB

Sah! Super Weekend II PMPL PUBG Milik Bonafide

Minggu, 5 September 2021 | 22:26 WIB

Wuih! Player Esport Digaji Pakai Kripto

Jumat, 3 September 2021 | 16:21 WIB
X