Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Tahun Toleransi 2022, Kanwil Kemenag Sumbar Langsung Tancap Gas

- Senin, 4 Oktober 2021 | 22:18 WIB
Kemenag Sumbar menggelar FGD untuk mempersiapkan Sumbar sebagai tuan rumah Tahun Toleransi 2022/Risna Yanti/Kanwil Kemenag Sumbar
Kemenag Sumbar menggelar FGD untuk mempersiapkan Sumbar sebagai tuan rumah Tahun Toleransi 2022/Risna Yanti/Kanwil Kemenag Sumbar

HALUANPADANG.COM – Sumatera Barat (Sumbar) ditunjuk sebagai tuan rumah Tahun Toleransi 2022. Penunjukan ini sebagai bentuk pengakuan kalau provinsi ini merupakan provinsi dengan penduduk yang rukun walau berbeda keyakinan, agama dan pandangan.

Langkah awal persiapan tuan rumah Tahun Toleransi 2022, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi Kelembagaan Persiapan Tahun Toleransi. Diskusi ini untuk mematangkan persiapan Tahu Toleransi untuk mewujudkan moderasi beragama.

“Ini persiapan awal menyambut Tahun Toleransi, dimana Sumbar menjadi tahun rumah dalam pelaksanaannya tahun depan,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Syamsuir dalam sambutannya pada acara FGD yang digelar di Grand Rocky Hotel, Bukittinggi selama tiga hari (3-5/10/2021).

Baca Juga: Karya Pelukis Asal Padang Bakal Dipamerkan dalam Pameran Lukisan Pahlawan Nasional

Dijelaskan Syamsuir, perlu persiapan dan komitmen bersama dari seluruh pihak terkait, baik Kemenag, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten dan kota, organisasi Islam dan masyarakat, dan instansi terkait di Provinsi Sumbar untuk menyukseskan acara ini.

"Jadi tujuan kami menyelenggarakan FGD ini adalah selain mempersiapkan tahun toleransi 2022 tapi juga memperkuat moderasi beragama di Provinsi Sumbar," jelas Syamsuir.

Ia mengungkapkan, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan dan dipenuhi dalam mewujudkan toleransi dan moderasi beragama di antaranya komitmen kebangsaan dimana setiap masyarakat mampu menerima prinsip-prinsip kebangsaan yang ada di Indonesia.

Kemudian indikator yang tidak kalah penting adalah sikap toleransi yang artinya setiap umat beragama tidak saling mengganggu dalam menjalankan agama mereka masing-masing karena kebebasan memeluk agama sudah diatur oleh undang-undang (UU).

Baca Juga: Triawan Munaf dan Dony Oskaria, Duo Urang Minang Pimpin Holding Pariwisata

"Sehingga tidak ada nantinya kasus atau masalah yang terjadi terkait konflik keagamaan di Indonesia sehingga misi untuk mewujudkan moderasi beragama bisa tercapai," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Enggan Bayarkan Zakat? Siap-siap Kena Azab Pedih!

Rabu, 22 September 2021 | 11:05 WIB

Sah! Super Weekend II PMPL PUBG Milik Bonafide

Minggu, 5 September 2021 | 22:26 WIB

Wuih! Player Esport Digaji Pakai Kripto

Jumat, 3 September 2021 | 16:21 WIB
X