Pentingnya Cyber Ethics, 'Pengawal' Konten Media Sosial Supaya Tidak Kelewat Batas

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 18:33 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

HALUAN PADANG - Siapa yang tidak kenal media sosial? Berfungsi sebagai jembatan komunikasi, dimana orang-orang yang terhubung dengan jaringan internet bisa berinteraksi, berbagi, bercerita, bahkan memproduksi informasi untuk disebar luasakan kepada pengguna media sosial lainnya.

Dengan fungsinya tersebut, bermunculan banyak aplikasi media sosial, sebut saja WhatsApp, Instagram, Twitter, YouTube dan lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk berbagi konten berupa teks, visual, audio, bahkan vidio dengan cepat dan praktis.

Penggunaannya yang berbiaya rendah serta jangkauan komunikasi skala besarnya membuat banyak orang aktif menggunakan media sosial, khususnya di Indonesia.

Baca Juga: Peneliti Ingatkan Kemungkinan Terjadinya Kiamat Internet

Menurut data dari Hootsuite (We are Social) Indonesia Digital Report 2022, sebanyak 191,4 Juta orang dari total jumlah penduduk Indonesia sejumlah 277,7 juta orang aktif menggunakan media sosial.

Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pengguna media sosial berdasarkan data tersebut juga tidak sebentar, yakni selama 3 jam 17 menit setiap harinya.

Kebebasan berekspresi di media sosial menyebabkan khalayak bukan lagi sebatas penikmat konten, namun juga telah beralih menjadi penikmat, penyebar, sekaligus pembuat konten informasi di media sosial.

Baca Juga: ASN Diminta Tingkatkan Pelayanan dengan Perkembangan Era Digital

Kenyataan itu pula yang mendasari maraknya kemunculan YouTuber, Tiktokers begitupun produsen konten dari aplikasi lainnya, karena ragam fasilitas dari platform teknologi digital tersebut memungkinkan setiap orang mampu merancang dan membuat media sendiri.

Dengan bertambahnya pengguna media sosial seiring berjalannya waktu, tingkah laku yang baik dalam menggunakan media sosial menjadi penting, antara lain menurut Penelitian berjudul Netiquette: Etika Jejaring Sosial Generasi Millenial dalam Media Sosial oleh Yuhdi Fahrimal.

Halaman:

Editor: Muhammad Daffa De Benny Putra

Tags

Terkini

Bahasa Daerah yang Mulai Ditinggalkan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:07 WIB

Ilustrasi Tidak Logis

Minggu, 27 Februari 2022 | 21:38 WIB

Desa Kecil di Kota Kecil

Jumat, 11 Februari 2022 | 15:04 WIB

Menggugat “Bahasa”

Jumat, 4 Februari 2022 | 14:50 WIB

NAGARI RAMAH HARIMAU

Minggu, 16 Januari 2022 | 04:36 WIB

Speech Delay dan Perkembangan Teknologi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:35 WIB
X