Juru Bicara Muda PAN Febri Wahyuni Sabran, Ajak Anak Muda Perkuat Literasi Sebelum Investasi

- Rabu, 9 Maret 2022 | 08:11 WIB
Febri Wahyuni Sabran
Febri Wahyuni Sabran

HALUAN PADANG - Juru Bicara Muda Partai Amanat Nasional (PAN), Febri Wahyuni Sabran atau yang akrab disapa Uni Eby mengingatkan generasi muda untuk memperkuat literasi sebelum berinvestasi.

Uni Eby melihat hal itu karena di Indonesia Investasi dalam aset mata uang digital atau biasa dikenal sebagai Cryptocurrency menjadi daya tarik tersendiri bagi para trader-trader muda.

Seperti Trading Binomo dan crypto yang tengah diperbincangkan karena menjadi tren di kalangan anak muda. Partisipasi anak muda dalam dunia Blockchain sangat tinggi hari-hari ini.

Baca Juga: Bantai RB Salzburg 7-1, Bayern Munich Melenggang ke Perempat Final Liga Champions 2021-2022 Bareng Liverpool

"Pada dasarnya saya tidak menolak sistem keuangan digital baru ini yang terhubung dalam dunia Blockchain, namun literasi anak muda yang rendah mengenai Cryptocurrency ini menimbulkan polemik baru," tutur politikus muda yang pernah mewakili Sumbar di Ajang Putri Muslimah di Jakarta 2017 silam.

Menurut Uni Eby, konsep dasar sederhana mengenai Cryptocurrency atau mata uang digital hampir sama dengan mata uang real pada umumnya. Kalau di dunia nyata kita mengenal banyak mata uang seperti Rupiah, Dollar, atau Euro, dalam Cyptocurrency juga banyak jenisnya yang paling populer adalah bitcoin dan Degocoin.

Cryptocurrency ini tidak dapat dipakai sebagai alat pembayaran di dunia nyata, sebab masih belum diakui sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No.7 Tahun 2011 tentang mata uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh negara kesatuan Republik Indonesia.

"Aset crypto hanya bisa dijual di pasar saham yang berada dalam Blockchain Teknologi. Awal tahun ini terkuak fakta-fakta baru terkait kasus Binomo yang menghebohkan dunia percryptoan. Kasus ini banyak menelan korban dengan kerugian yang besar, bahkan ada trader yang rugi aset sebesar 2,4 Milliyaran. Rata-rata trader ini berasal dari kalangan anak muda, yang terlena karena ajakan affiliator yang berasal dari kalangan Influencer, mereka melakukan Flexing kekayaan di media sosial dengan dalih Real Aset yang mereka miliki berasal dari cuan yang mereka hasilkan dari melakukan Trading Cryptocurrency," kata wanita Asli Maninjau ini.

Baca Juga: Pelaku Perjalanan Domestik Tak Perlu Lagi Tes Covid-19, Cukup Tunjukkan Sertifikat Vaksin Kedua

Halaman:

Editor: Tio Furqan

Tags

Terkini

Bahasa Daerah yang Mulai Ditinggalkan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:07 WIB

Ilustrasi Tidak Logis

Minggu, 27 Februari 2022 | 21:38 WIB

Desa Kecil di Kota Kecil

Jumat, 11 Februari 2022 | 15:04 WIB

Menggugat “Bahasa”

Jumat, 4 Februari 2022 | 14:50 WIB

NAGARI RAMAH HARIMAU

Minggu, 16 Januari 2022 | 04:36 WIB

Speech Delay dan Perkembangan Teknologi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:35 WIB
X