Desa Kecil di Kota Kecil

- Jumat, 11 Februari 2022 | 15:04 WIB
Salah satu pemandangan di Desa Kubu Gadang, Kota Padang Panjang (Rezky Ikhwan)
Salah satu pemandangan di Desa Kubu Gadang, Kota Padang Panjang (Rezky Ikhwan)

oleh : Musa Pardede
Mahasiswa Universitas Andalas

HALUAN PADANG - Pada dasarnya desa merupakan sebuah wilayah yang tidak begitu padat akan penduduk, dengan kegiatan ekonomi yang ditekuni sebagian besar berupa produksi pangan dan bahan-bahan mentah, begitu kata Encyclopedia Britannica (2015). Sebenarnya setiap daerah Indonesia memiliki sebutan tersendiri kata dari desa ini. Contohnya saja, Aceh memiliki nama gampong, di Papua dan Kutai Barat menyebut kampung, di Sumatera Barat menyebut jorong istilah lain dari desa.

Ada yang unik dari pariwisata Indonesia saat ini, apakah itu? Ya Desa Wisata. Ada yang tau dengan Desa Wisata? Atau ada yang pernah berkunjung ke desa wisata? Kalau diperhatikan lama-lama desa yang ada di Indonesia saat ini sedang berlomba untuk menjadi desa wisata terbaik. Mungkin program dari Kementerian Pariwisata sedang berjalan dengan baiknya. Namun program ini sebenarnya cocok ga cocok dengan masyarakat desa, karena kehidupan mereka seakan ditonton oleh wisatawan yang berkunjung. Namun kehadiran sekelompok orang yang peduli akan desa tersebut seharusnya bisa membantu permasalahan yang terjadi di desa.

Adanya sebuah komunitas yang disebut dengan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) bisa menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat lokal dari desa tersebut. Pokdarwis juga menjadi motor penggerak dari jalannya setiap program wisata yang ada di desa. Pokdarwis merupakan lembaga di tingkat masyarakat yang memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab serta memiliki peran aktif sebagai penggerak guna mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya sapta pesona dalam meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat, begitu pendapat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2012).

Menarik melihat apa saja yang sudah dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata yang ada di wilayah Sumatera Barat yaitu, Desa Wisata Kubu Gadang yang berada di Kota Padang Panjang. Desa Wisata Kubu Gadang berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Sumatera Barat pada tahun 2020. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Gerakan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) wilayah Sumatera Barat dihadiri dan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat pada saat itu, Bapak Irwan Prayitno.

Keberhasilan yang diraih Desa Wisata Kubu Gadang tentu saja tidak dilalui dengan akses jalan tol alias cepat. Menurut cerita dari seorang inisiator desa ini mengatakan, bahwa pada tahun 2014 dia dan beberapa pemuda desa mengikuti pelatihan mitra pariwisata dan kemudian mereka dibawa ke beberapa desa yang ada di Indonesia. Berbekal ilmu dan pengalaman yang didapat sebelumnya, mereka pun mencoba mengaplikasikan di Desa Kubu Gadang. Dalam perjalanannya, mulai muncul hambatan demi hambatan. Salah satunya, mendapat masalah ketika para ninik mamak merasa keberatan karena takut masuknya budaya baru ketika orang asing nantinya berdatangan di desa ini.

Pemuda memang seharusnya memiliki sifat pantang menyerah, dan itulah yang dilakukan oleh para pemuda Desa Kubu Gadang ini, sampai akhirnya mereka berhasil mendapat kepercayaan dari ninik mamak. Kemudian pada tahun 2015 terbentuk Kelompok Sadar Wisata beriringan dengan berubahnya dari kampung kecil menjadi Desa Wisata. Lalu apa saja yang dijual dari Desa Wisata Kubu Gadang untuk mendatangkan wisatawan berkunjung?

Hamparan sawah yang hanya dimiliki Desa Kubu Gadang tidak menjadi kelemahan, justru menjadi nilai jual dengan pemandangan pegunungan di sekitarnya. Tak hanya itu, kelompok ini juga membuat aktivitas kehidupan lokal sebagai daya tarik wisata. Salah satu aktivitas wisata yang paling dikenal di desa ini adalah Silek Lanyah. Berawal dari eksisnya wisata pacu jawi dengan nuansa lumpur, kemudian para tetua yang ada di desa mengatakan bahwa tingkatan kesulitan dalam bersilat ketika di lumpur. Akhirnya kelompok sadar wisata desa ini mencoba mengkombinasikan kedua unsur tersebut sehingga menjadi daya tarik yang berbeda dari silek lainnya. Perpaduan antara seni bela diri tradisional Minangkabau dengan lokasi di tengah sawah yang berlumpur membuat atraksi ini menjadi menarik bagi mata wisatawan untuk ditonton.

Selain Silek Lanyah, aktivitas wisata seni dan budaya lainnya ada Randai, Musik dan Tari Tradisi serta Pidato Adat. Kuliner di desa ini pun tak mau kalah untuk disuguhkan kepada wisatawan. Aktivitas Makan Baradaik, Makan Bajamba dan Nasi Baka menjadi nilai jual untuk para wisatawan yang berkunjung. Ketika wisatawan berkunjung dan ingin melakukan aktivitas di sawah, pacu upiah dan menebar pupuk bisa dilakukan. Wisata edukasi seperti literasi, outbond, bahkan kelas bahasa inggris di alam terbuka ketika sedang libur sekolah membuat Desa Wisata Kubu Gadang memiliki paket wisata yang cukup menarik minat wisatawan yang masih bersekolah.

Halaman:

Editor: Emen HLN

Tags

Terkini

Bahasa Daerah yang Mulai Ditinggalkan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:07 WIB

Ilustrasi Tidak Logis

Minggu, 27 Februari 2022 | 21:38 WIB

Desa Kecil di Kota Kecil

Jumat, 11 Februari 2022 | 15:04 WIB

Menggugat “Bahasa”

Jumat, 4 Februari 2022 | 14:50 WIB

NAGARI RAMAH HARIMAU

Minggu, 16 Januari 2022 | 04:36 WIB

Speech Delay dan Perkembangan Teknologi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:35 WIB
X