Anies Baswedan Kenang Kebaikan Elly Kasim

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:10 WIB
Anies Baswedan ketika melayat ke rumah duka Almarhumah Elly Kasim
Anies Baswedan ketika melayat ke rumah duka Almarhumah Elly Kasim

HALUAN- Gubernur Jakarta, Anies Baswedan ikut melayat ke rumah duka almarhumah Elly Kasim, legenda Minang yang wafat pada Rabu (25/8/2021). Anies memang dikenal cukup dekat dengan wanita yang berpulang pada usia 76 tahun itu.

Anies turut mendoakan almarhumah sembari mengenang kebaikannya. Di mata Anies, Elly Kasim semasa hidupnya merupakan sosok yang enerjik dan selalu menebar kebaikan. "Beliau orang yang sangat peduli terhadap Jakarta. Bergaul tidak memandang golongan. Saya sangat merasa kehilangan sosok yang selalu bisa memberikan pencerahan," papar Anies

Anies mengaku beberapa waktu belakangan, dirinya banyak berkomuniksi denhan Elly Kasim diluar musik dan perfilman. Seringkali Elly Kasim memberikan masukan tentang Jakarta kepada Anies. Masukan itu diterima Anies dengan sangat baik. "Secara pribadi, beliau sosok yang sangat peduli dengan masalah-masalah yang terjadi di Jakarta," turur Anies kepada media di Polo Gadung, Jakarta, Rabu siang.

Selain Anies, banyak tokoh besar yang ikut melayat ke rumah almarhumah Elly Kasim. Banyak yang merasa kehilangan sosok panutan dalam berkehidupan.

Seperti diketahui, Elly Kasim wafat, Rabu, 25 Agustus 2021 dini hari. Almarhumah wafat di Rumah Sakit MMC Kuningan sekitar pukul 3.48 WIB, karena mengidap penyakit pencernaan.

Kabar wafatnya Elly Kasim diunggah sejumlah akun facebook perantau Minang. Banyak yang kehilangan. Ucapan duka dan doa mengalir di jagat maya untuk penyanyi  Ayam Den Lapeh itu.

Wafatnya Elly Kasim merupakan kehilangan bagi industri musik Indonesia. Elly Kasim memang dikenal sebagai penyanyi lokal yang mampu menembus kancah internasional.

Selain Ayam Den Lapeh, lagi populer lainnua: kasiah Tak Sampai, Ampun Mandeh, Langkisau, Cinto Ka Uda, dan lain-lain. Dirinya pun memiliki sejumlah album di antaranya Kudaki Lari (1966), Elly Kasim (1966), Sinar Riau (1969), Suara Minang (1969), Djam Gadang (1969), Ketilang Minang (1974), dan lain-lain. (*)

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X