Mulai Terbongkar, Rachel Vennya Kabur dari Karantina Dibantu oleh Oknum TNI

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:18 WIB
 (Instagram/ rachelvennya)
(Instagram/ rachelvennya)

HALUANPADANG.COM - Sejak trendingnya “Rachel Vennya” di Twitter pada Senin lalu, satu persatu fakta mulai terkuak.

Diketahui Rachel diundang sebuah brand pakaian besar tanah air untuk mempromosikan brandnya di New York, Amerika.  

Hal ini berbuntut panjang karena baru beberapa hari sampai di Indonesia, ibu dari 2 anak ini langsung terbang berbondong-bondong mengajak rekan dan keluarganya ke Bali.

Perjalanannya ke Bali tersebut diketahui untuk merayakan ulang tahunnya pada 23 September.

Tak tanggung-tanggung kedua anaknya, ibu, teman yang juga merupakan kerjanya serta selebgram lain turut hadir untuk memeriahkan.

Secara tiba-tiba, sebuah akun yang mengaku bekerja sebagai penginput data Pasien karantina di Wisma Atlet mengatakan bahwa selebgram Indonesia ini menghilang sebelum menyelesaikan masa karantinanya.

Baca Juga: Pulang dari Amerika Serikat, Rachel Venya Diduga Kabur dari Karantina

Kabar ini kemudian dibernarkan oleh Kodam Jaya selaku Kogasgabpad Covid-19.

“Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian pengamanan Satgas di Bandara yang melakukan tindakan non-prosedural,” ujar Herwin BS selaku Kepala Kapendam Jaya (Kepala Penerangan Kodam Jaya).

Ia menjelaskan bahwa anggota TNI tersebut berinisial FS yang pada saat itu bertugas untuk mengatur agar Rachel Vennya bisa mudah menghindari prosedur pelaksanaan karantina.

Selain itu, Rachel yang melakukan karantina di RSDC Pademangan, Jakarta Utara dianggap salah.

Hal tersebut melanggar Keputusan Kepala Satgas Covid-19 No.12 Tahun 2021 yang terbit pada 15 September 2021, sbb:

  1. PMI (Para pekerja migran Indonesia) yang kembali dan menetap minimal 14 hari.
  2. Pelajar/Mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan dari luar negeri.
  3. Pegawai pemerintah RI yang kembali dari dinas luar negeri.

Oleh karena melanggar keputusan ini, Rachel terancam hukuman pidana 1 tahun penjara berdasarkan Pasal 93 UU No.6 Tahun 2018.*

 

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

X