Kronologi dan Penjelasan Dokter Tentang 3 Orang Anak Meninggal Karena Kejang di Solok Selatan

- Senin, 30 Agustus 2021 | 13:47 WIB

HALUAN - Sebanyak 3 orang anak mengalami kejang dan berujung meninggal dunia mendadak di Solok Selatan Ketiganya merupakan satu keluarga.

Kejadian ini menghebohkan daerah Solok Selatan dan Sumatera Barat. Agar lebih mudah memahami kejadian ini, kami coba merangkum kronologi kejadian dan penjelasan dari dokter.

  • Sabtu, 28 Agustus 2021 pukul 20.00 WIB : Keluarga tersebut baru pulang dari Bukittinggi dan tiba-tiba anak sulung yang berusia 9 tahun terjatuh dan muntah darah. Hal serupa juga terjadi pada anak kedua yang berusia 7 tahun. Lalu kemudian juga terjadi pada anak yang ketiga yang berusia 2,5 tahun.
  • Ketiga anak tersebut kemudian dibawa ke RSUD Solok Selatan. Ketiganya masuk IGD pada jam 22.00 WIB, jam 22.30 WIB dan jam 22.45 WIB.
  • Minggu, 29 Agustus 2021 Anak sulung meninggal dunia pada pukul 04.12 WIB, Anak kedua juga meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB dan anak ketiga sempat mendapat perawatan intensif namun meninggal pada pukul 21.00 WIB

Baca Juga: Kasus 3 Anak Meninggal Mendadak di Solok Selatan, Polisi Pasang Police Line di Rumah Korban

Penjelasan Dokter

Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Solok Selatan (RSUD Solsel), Tony Hardian membenarkan terkait meninggalnya tiga orang bocah adik-kakak yang sempat dirawat di rumah sakit setempat. Diketahui, anak ketiga yang sempat kritis juga meninggal pada pukul 21.00 WIB, Minggu (29/8/2021).

"Memang benar ada tiga orang pasien meninggal dengan gejala kejang dan penurunan kesadaran. Gejala seperti ini sama bagi tiga bocah itu," sebut Direktur.

Akan tetapi, pihaknya tidak bisa menyatakan penyebab pasti tiga orang bocah tersebut meninggal dunia. Pasalnya, kata Toni, di rumah sakit pihaknya hanya melaksanakan tata laksana pelayanan medis sesuai gejala yang ditimbulkan. 

Baca Juga: BBPOM Padang Tegaskan Tak Ada Kaitan Biskuit dengan Kematian Anak Di Solsel

"Misal, jika pasien datang dengan gejala kejang maka diberikan obat anti kejang. Namun untuk bisa mengetahui penyebab terjadinya kematian, salah satu upaya adalah dilakukan otopsi," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Emen HLN

Tags

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X