Anggota MWA UM Unand Rahmat Hidayat N, Kunjungi ITB, UNPAD dan UI

- Senin, 22 Agustus 2022 | 17:36 WIB
Anggota MWA UM Unand Rahmat Hidayat N, Kunjungi Anggota MWA UM ITB, UNPAD dan UI
Anggota MWA UM Unand Rahmat Hidayat N, Kunjungi Anggota MWA UM ITB, UNPAD dan UI

 

HALUAN PADANG - Rahmat Hidayat N merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan program studi Ilmu Nutrisi dan Pengolahan Pakan yang saat ini sebagai anggota Majelis Wali Amanat Universitas Andalas. Dayat yang juga merupakan putra kelahiran Kinali kabupaten Pasaman Barat.

Berdasarakan Surat Tugas Nomor: 02/UN16/MWA/PTN-BH/2022 Dayat mendapatkan tugas untuk dapat mengunjungi dan berdiskusi dengan anggota MWA ITB, MWA UNPAD, dan MWA UI utusan mahasiswa dari tanggal 15 s/d 21 Agustus 2022 dalam rangka menjalin silaturahim dan meningkatkan kapasitas serta pengalaman menjadi anggota MWA UNAND.

“Dalam pelaksanaan tugas kali ini alhamdulillah terlaksana dengan lancar dan penuh pembelajaran, namun demikian ada satu kampus yang tiba-tiba membatalkan pertemuan yang sudah disepakati dari awal yaitu kampus IPB. Walaupun demikian tidak menutup kemauan dari kami MWA UM UNAND untuk berdiskusi dan menambah wawasan perihal peran dan kontribusi anggota MWA dari unsur mahasiswa dari kampus lainnya” imbuh Dayat selaku anggota MWA UM UNAND.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air 30 Hektar Sawah, Komis IV DPRD Sumbar Dukung Pembangunan Embung Kandang Tarok

Kunjungan ini turut juga ikut serta wapresma UNAND Aditya Muhammad Farhan dan demisioner MPM Sugeng Pangestu. Kunjungan pertama dilaksanakan ke kampus ITB menemui anggota MWA dari unsur mahasiswa ITB Maulvi Azmiwinata yang saat itu juga ikut serta Sekjen tim MWA UM ITB dan Menteri luar negeri KM ITB. Pertemuan dilaksanakan di Gedung Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik Institut Teknologi Bandung. Dari ITB Dayat bertolak menemui anggota MWA dari unsur mahasiswa Universitas Padjadjaran Fadhlurrahman Zaki Wirawan. Dua hari di Bandung Dayat melanjutkan kunjungan ke Universitas Indonesia menemui anggota MWA dari unsur mahasiswa Muhammad Taqyuddin Abdurrosyid Zaidan.

Begitu banyak insight dan hal baru yang didapatkan, terutama perihal kehidupan dalam berlembaga tingkat mahasiswa. Dari 3 kampus yang dikunjungi yang notabanenya adalah kampus terkemuka, sepakat akan terpisahnya antara MWA dari unsur mahasiswa dengan lembaga lainnya. Tentu yang dilontarkan pun bukan tanpa ada alasan, justru alasannya ialah menjaga kestabilitasan kelembagaan mahasiswa dalam menjadi mitra kritisnya kampus. Bukan berarti MWA UM gabung secara ex officio menjadi presma terhalang dalam betindak, melainkan tupoksi kerjanya yang justru lebih berat.

“Kerja MWA UM adalah sebagai legislator, mengutarakan pendapat dan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan secara langsung yang diwadahi dalam rapat MWA dan produk yang dilahirkan bisa ditetapkan sebagai peraturan. Beda halnya dengan BEM, BEM adalah Lembaga eksekutif dan merupakan wadah aspirasinya mahasiswa yang bisa disuarakan melalui diplomasi maupuan aksi.” Begitu kata Maulvi MWA UM ITB

Dilanjutkan dengan tanggapan Kang Jek MWA UM UNPAD “Tahun 2021 UNPAD pertama kalinya melakukan pemisahan ini (dari ex officio sekarang berpisah), hasilnya sangat signifikan dalam perubahannya. Diantaranya memberikan kebebasan berkreatifitas kepada MWA UM yang bersangkutan, MWA UM sebagai legislator beririsan dengan tupoksi kerja BEM yang sebagai eksekutif sehingga beban kerja yang sangat besar ini tentu membuat keletihan tersendiri bagi yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya.”

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Supardi : Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Bangsa

Selasa, 6 September 2022 | 23:55 WIB
X