Bisa Selesaikan Masalah Tanpa Ribut-ribut, Gubernur Mahyeldi Puji Sikap HIPMI Sumbar

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:34 WIB
GUBERNUR Sumatera Barat H Mahyeldi Ansharullah SP terlibat pembicaraan serius dengan Ketua Dewan Penasihat Kadin Sumbar, Senin (8/9/2022) di Istana Gubernuran Sumbar. Keduanya membahas nasib Kadin Sumbar (Sumber foto/Doni MP)
GUBERNUR Sumatera Barat H Mahyeldi Ansharullah SP terlibat pembicaraan serius dengan Ketua Dewan Penasihat Kadin Sumbar, Senin (8/9/2022) di Istana Gubernuran Sumbar. Keduanya membahas nasib Kadin Sumbar (Sumber foto/Doni MP)

HALUAN PADANG – Gubernur Sumatera Barat H Mahyeldi Ansharullah SP dihadapan Ketua Dewan Penasehat Kadin Sumatera Barat H Basril Jabar memuji kemampuan BPD HIPMI Sumbar melakukan suksesi internal, tanpa ada ribut ribut.

“Saya justru memuji sikap anak anak di HIPMI Sumbar yang berhasil melakukan suksesi kepemimpinannya tanpa ada ribut ribut. Padahal secara keorganisasian mereka kan masih Kadernya Kadin,” kata Mahyeldi menyampaikan uneg-unegnya kepada Basril Djabar di rumah dinas Gubernur Sumbar, Senin,  8 Agustus 2022.

Gubernur Mahyeldi bertemu Basril Djabar usai melakukan sholat subuh bersama di mushalla dalam komplek Istana Gubernur Sumbar Jl Sudirman Padang. Basril dalam kesempatan itu didampingi mantan Waketum Infokom Kadin Sumbar Awaluddin Awe.

Gubernur Mahyeldi dan Basril Djabar bertemu membahas konflik internal di Kadin Sumbar yang masih belum juga berakhir. Mahyeldi menyampaikan ketidak mengertiannya mengapa masalah Kadin Sumbar masih belum juga selesai.

Malah sebaliknya, Mahyeldi menyatakan atensinya terhadap para Pengurus BPD HIPMI Sumbar yang justru berhasil menyelesaikan proses suksesinya tanpa melibatkan intervensi dari pusatnya.

“Saya malah jadi simpatik dengan anak anak di HIPMI pak Bas. Mereka bisa menyelesaikan persoalan mereka tanpa ribut ribut dan tidak melibatkan pengurus pusat mereka untuk melakukan intervensi,” ujar Mahyeldi, dikutip dari harianindonesia.id.

Mahyeldi juga mengaku heran atas persoalan yang menimpa tiga organisasi besar berbeda profesi di Sumbar seperti Kadin Sumbar, Koni Sumbar dan terakhir masalah PWI Sumbar.

Mahyeldi mengaku heran mengapa pihak pusat seperti sangat mengintervensi organisasi bawahannya di daerah, khususnya Sumatera Barat.

Bahkan dalam konteks berperintah daerah dan berpegawai, Mahyeldi juga mengaku heran atas adanya intervensi dari pemerintah pusat terhadap keputusan yang dibuatnya.

“Dari sisi pemerintahan pun saya melihat jajaran kementerian sangat gemar melakukan intervensi terhadap keputusannya sendiri. Saya sebagai perpanjangan pemerintah pusat sering diminta menyelesaikan persoalan dengan jajaran Pemda kabupaten dan kota. Eh, dalam perjalanannya, mereka malah sering langsung komunikasi langsung ke bawah. Jadi tugas yang diturunkan ke saya untuk apa. Inikan membuat malu saya,” papar Mahyeldi dengan memperlihatkan kekecewaannya.

Halaman:

Editor: Tio Furqan

Terkini

Supardi : Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Bangsa

Selasa, 6 September 2022 | 23:55 WIB
X