Soal Dugaan Penyelewengan Donasi oleh ACT, Athari : Butuh Pengawasan Lebih Ketat

- Selasa, 5 Juli 2022 | 09:02 WIB
Anggota DPR RI, Athari Gauthi Ardy
Anggota DPR RI, Athari Gauthi Ardy

HALUAN PADANG - Muncul dugaan penyelewengan dana dari Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Hal ini pertama kali muncul dalam laporan Majalah Tempo bertajuk “Kantong Bocor Dana Umat” yang didalamnya memuat dugaan uang donasi miliaran rupiah dari masyarakat masuk ke kantong pribadi sejumlah petinggi lembaga tersebut.

Hal ini membuat Athari Gauthi Ardi, anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional bereaksi. Politisi muda asal Sumatera Barat itu meminta aparat untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana umat tersebut.

"Untuk kasus ini kita minta aparat untuk segera bertindak, usut tuntas dugaan yang ada, agar semuanya jelas dan tidak terjadi saling curiga-mencurigai," ujar Athari saat dihubungi Harianhaluan.com pada Senin (4/7).

Athari meminta, apabila dugaan penyelewengan dana dari ACT terbukti, maka harus ada langkah serius untuk melakukan penyelidikan ke lembaga serupa, serta tegas melakukan pencabutan izin bagi Lembaga yang nakal.

Baca Juga: Kunjungi Daerah Pedalaman, Mobil Terjebak Jalan Berlumpur, Athari Segera Upayakan Perbaikan

"Kalau nanti terbukti ada penyelewengan, saya minta izin Lembaga tersebut dicabut. Disamping itu, sebaiknya lembaga-lembaga serupa lainnya juga diselidiki, agar tidak terjadi kejadian yang sama," ujarnya.

Politisi muda PAN tersebut berpesan agara tidak ada yang memanfaatkan kedermawanan masyarakat untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Masyarakat kita terbukti dermawan, memiliki semangat gotongroyong dan saling bantu satu sama lain, tapi jangan manfaatkan itu untuk kepentingan pribadi," Katanya.

Terakhir Athari mengungkapkan pentingnya payung hukum dan pengawasan superketat terhadap lembaga-lembaga bantuan sosial agar lebih transparan dan akuntabel.

"Kedepan lembaga-lembaga bantuan sosial seperti ini harus ada payung hukum yang lebih kuat, agar ada pengawasan lebih ketat, supaya mereka juga lebih transparan dan akuntabel," tutup Athari.(*)

Halaman:

Editor: Muhammad Daffa De Benny Putra

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X