Pimpin Peringatan Satu Abad Universitas Taman Siswa, Supardi : Konsep Belajar Tiga Dinding Sudah Terkikis!

- Minggu, 3 Juli 2022 | 15:52 WIB
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi Pimpin Upacara Peringatan Satu Abad Universitas Taman Siswa di Padang, Minggu 3 Juli 2022.
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi Pimpin Upacara Peringatan Satu Abad Universitas Taman Siswa di Padang, Minggu 3 Juli 2022.


HALUAN PADANG -
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi pimpin upacara peringatan satu abad Universitas Taman Siswa (Tamsis), Minggu 3 Juli 2022.

Pada peringatan satu abad Tamsis tersebut Supardi mengatakan bahwa Sumatera Barat (Sumbar) masih kekurangan tenaga pendidik. Kondisi ini akan memburuk jikalau pada tahun 2023 mendatang jutaan tenaga honorer dihapuskan.

“Tamsis merupakan salah satu unsur yang sangat bertanggung jawab untuk memajukan dunia pendidikan di daerah Sumbar ini. Di kondisi yang saat ini Sumbar kekurangan tenaga pendidik dan juga dibayangi ancaman tidak mengajar, seiring kebijakan penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang,” tutur Supardi saat memberikan sambutan di halaman upacara Universitas Taman Siswa Padang, Minggu 3 Juli 2022.

Baca Juga: Reses Wakil Ketua DPRD Suwirpen Suib Kantongi Keluhan Masyarakat Kuranji Persoalan Sembako Hingga Sistem PPDB

Kemudian lebih lanjut dikatakan Supardi, berkaca dari konsep-konsep pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hadjar Dewantara pada zaman sekarang sudah banyak terkikis. Salah satunya adalah konsep memanusiakan manusia. Hal itu dalam rangka menciptakan individu yang independent, bijaksana dalam mengambil setiap keputusan dan penguasaan martabat berdemokrasi.

Begitu juga dengan konsep belajar tiga dinding, tambah Supardi. Hal itu mengacu pada bentuk ruang sekolah yang rata-rata memiliki empat dinding. Ki Hadjar menyarankan, ruang kelas hanya dibangun dengan tiga sisi dinding sedangkan satu sisi lainnya terbuka.

Filosofi ini menggambarkan bahwa tidak ada batas atau jarak antara dunia pendidikan di dalam kelas dengan realitas di luar kelas. Dengan kata lain, sebaiknya sekolah tidak hanya mengajarkan teori-teori atau ilmu pasti saja tetapi juga mengarungi ilmu lain yang tentunya berguna di masa yang akan datang. Sehingga, anak-anak tidak hanya sekedar pandai di akademik, tetapi juga bisa menerapkan ilmu yang sudah didapatkan itu.

Baca Juga: Dugaan Kecurangan Markup Nilai PPDB Jalur Prestasi, Puluhan Walimurid Serbu DPRD untuk Mengadu

“Sekarang bisa kita lihat bahwa tidak ada bangunan sekolah atau perguruan tinggi yang mengadopsi konsep tiga dinding tersebut,” tuturnya.

Kemudian, pada kesempatan yang sama Supardi menjelaskan sejarah panjang lembaga pendidikan Taman Siswa yang didirkan oleh Ki Hadjar Dewantara dihadapan para peserta upacara seperti Ketua Yayasan Taman Siswa Padang, Rektor Universitas Taman Siswa Padang, civitas akademika dan para alumni lembaga pendidikan tersebut.

Halaman:

Editor: Muhammad Daffa De Benny Putra

Tags

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X