Duh! Mantan Mendag Muhammad Lutfi Curhat Merasa Seperti Keset

- Jumat, 17 Juni 2022 | 10:10 WIB
Muhammad Lutfi (kiri) menyerahkan dokumen serahterima Menteri Perdagangan dengan Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu siang, 15 Juni 2022. kemendag.go.id (kemendag.go.id)
Muhammad Lutfi (kiri) menyerahkan dokumen serahterima Menteri Perdagangan dengan Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu siang, 15 Juni 2022. kemendag.go.id (kemendag.go.id)

HALUAN PADANG - Ada yang menarik dari raut wajah Muhammad Lutfi usai tak lagi menjabat Menteri Perdagangan.

Dari foto yang diunggah di akun Instagramnya @mendaglutfi, wajah Lutfi tampak berbeda saat berbincang dengan penggantinya, Zulkifli Hasan, usai serah terima jababatan, Rabu (15/6/2022). Meski Lutfi mengenakan masker, perbedaan itu begitu kentara.

"Selamat datang di @kemendag, Bang @zul.hasan! Inshallah amanah dan Istiqomah dalam menjalankan tugasnya. Salam, Muhammad Lutfi," tulisnya.

Baca Juga: Lantik Zulkifli Hasan sebagai Mendag, Begini Alasan Jokowi

Selama menjabat Menteri Perdagangan, Lutfi memang menanggung beban yang luar biasa berat saat menghadapi masalah kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng yang berbabak-babak.

Lutfi seolah-olah dikerjai oleh para pihak yang berkepentingan, terutama mereka yang mendulang cuan banyak dari perkara minyak goreng.

Apalagi ada kesan kuat bahwa Kementerian Perdagangan bekerja sendirian untuk mengatasi persoalan minyak goreng. Untuk mengetahui bahwa Lutfi dan Kementerian Perdagangan dikerjai adalah saat pencabutan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng.

Setelah kebijakan itu dicabut, mendadak, minyak goreng yang sebelumnya langka, tiba-tiba tumpah ruah di sejumah mini market modern.

Dalam sebuah penggalan video wawancara yang juga diunggah di akun Instagramnya, tiga hari yang lalu, Lutfi blak-blakan menyatakan bahwa dirinya sudah seperti keset.

"Saya kalau lapor sama bos di rumah itu, saya cuma bisa bilang begini, duh saya ini udah kaya keset. Tahu enggak keset? Udah diinjek-injek ama semua orang," lirihnya.

Meski demikian Lutfi dengan tegar menyatakan bahwa itu merupakan risiko pekerjaan yang harus dihadapinya. Risiko yang harus diterimanya.(*)

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

X