Kepolisian Bern Ungkap Kendala Dalam Pencarian Anak Ridwan Kamil

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 12:04 WIB
Emmeril Khan Mumtadz lahir pada 25 Juni 1999 di New York. Ia lahir ketika sang ayah tengah menempuh pendidikan S2 di Negeri Paman Sam.  (Instagram/emmerilkahn)
Emmeril Khan Mumtadz lahir pada 25 Juni 1999 di New York. Ia lahir ketika sang ayah tengah menempuh pendidikan S2 di Negeri Paman Sam. (Instagram/emmerilkahn)

 

HALUAN PADANG - Anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz hilang saat tengah berenang di Sungai Aaree, Swiss, pada Kamis pagi waktu setempat.

Proses pencarian terus dilakukan, tetapi hingga lebih dari 36 jam, Jumat malam waktu setempat, polisi Kota Berna belum menemukan keberadaan Eril--sapaan akrab Emmeril Kahn Mumtadz.

Di akun Twitter, kepolisian Bern mengungkapkan alasan sulitnya pencarian Eril. “Kondisi air yang keruh dan arus saat ini semakin mempersulit pencarian,” tulis mereka menanggapi pertanyaan seorang netizen Indonesia pada Jumat malam.

Air Sungai Aare sekarang sedang keruh karena lelehan salju setelah negara itu mulai memasuki musim semi.

Baca Juga: Viral Beredar Kabar Anak Ridwan Kamil Ditemukan Usai Hanyut di Sungai Aare Swiss

Polisi Bern mendapat laporan orang hilang terseret arus di Sungai Aare sekitar Kamis sekitar pukul 09.45 pagi. Lokasi hilangnya alumnus Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung berusia 23 tahun ini berada di Kota Schonau Steg, Provinsi Bern, Swiss.

Laporan tersebut berisi tentang hilangnya tiga orang yang berenang di dalam air, seperti yang dilansir dari media berita Swiss 20min.ch pada Jumat. “Dua wanita muda diselamatkan dari air oleh penduduk setempat, tetapi tidak ada jejak orang ketiga sejak itu,” kata juru bicara kepolisian.

Saat peristiwa terjadi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sedang melakukan perjalanan dinas di Inggris bersama delegasi Pemprov Jabar. Sementara istri dan kedua anaknya berada di Swiss untuk mencari sekolah jenjang S2 bagi Eril. (*)

 

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

X