Wabah Makin Jelas, Pasien Cacar Monyet Wajib Karantina 21 Hari

- Senin, 23 Mei 2022 | 15:49 WIB
Ilustrasi. Cacar monyet.  (Foto iStockphoto)
Ilustrasi. Cacar monyet. (Foto iStockphoto)

HALUAN PADANG - Risk Assessment Group di Belgia pada Jumat, 20 Mei 2022, mengumumkan agar diberlakukan karantina selama 21 hari bagi pasien-pasien cacar monyet.

Keputusan itu diambil setelah ditemukan ada tiga warga Belgia, yang didiagnosa tertular virus cacar monyet.

Dalam sepekan terakhir, sudah ada puluhan negara di dunia yang mengumumkan adanya kasus cacar monyet di negara mereka. Di Belgia, kasus keempat cacar monyet didiagnosa pada Minggu, 22 Mei 2022, yang diungkap ke media sosial oleh ahli virus Marc Van Ranst.

Van Ranst mengutarakan, seperti kasus tiga orang sebelumnya yang tertular virus cacar monyet, individu dalam kasus keempat ini ada sangkut-pautnya dengan acara festival gay internasional Darklands, yang diselenggarakan pada awal Mei lalu di Kota Antwerp, Belgia.

“Penting bagi semua orang, yang menghadiri acara Festival Darklands agar bersikap waspada dengan gejala apa pun,” kata Van Ranst.

Van Ranst mengingatkan skala wabah cacar monyet sekarang sudah semakin jelas, di mana wabah cacar monyet ini belum pernah terjadi sebelumnya (di Belgia).

Umumnya, penyakit cacar monyet bisa sembuh sendiri dalam tempo beberapa pekan. Cacar monyet biasanya ditemukan di wilayah barat dan tengah Afrika.

Festival Darklands dihadiri oleh sekitar 80 ribu orang dari penjuru Eropa. Acara ini sudah dicurigai sebagai potensi penyebaran cacar monyet pada kasus-kasus yang ditemukan di Spanyol, Italia dan Tenerife.

Di Ibu Kota Madrid, saat ini sudah dicurigai sebagai titik penyebaran virus. Di sana sudah lebih dari 30 orang didiagnosa terkena cacar monyet.

Sedangkan Pemerintah Belgia memperingatkan, mereka yang diduga tertular cacar monyet, agar segera melakukan karantina mandiri, ke ruang gawat darurat rumah sakit untuk berbicara dengan para ahli di sana.

Menurut WHO, acar monyet biasanya tidak mudah menular antar manusia karena membutuhkan kontak yang lama antar kulit, cairan tubuh, droplets atau benda yang mudah menularkan virus seperti tempat tidur.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

X