Cek Lokasi Penemuan Beruang Madu di Sikabu-Kabu Limapuluh Kota, BKSDA Ingatkan Masyarakat Berhati-hati

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:32 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HARIAN HALUAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menanggapi laporan terkait keberadaan beruang madu (Helarctos Malayanus) di Jorong Sikabu-Kabu, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat, 20 Mei 2022 kemarin.

Pada hari itu, Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono menyebut pihaknya akan memeriksa lokasi penemuan satwa liar tersebut. "Kita cek," ucap Ardi Andono kepada awak media melalui keterangan tertulisnya pada 20 Mei 2022.

Kemudian, pada Sabtu, 21 Mei 2022 Ardi menyebut pihaknya telah memeriksa lokasi penemuan beruang itu dan menyebut beruang tidak masuk ke permukiman.

"Hasil pengecekan di lapangan, bahwa beruang masih di wilayah hutan, bukan masuk ke pemukiman," terang Ardi.

Baca Juga: Ternyata Ini Asal Usul Penyakit Cacar Monyet

Lebih lanjut, ia menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan wali nagari setempat untuk mengantisipasi konflik beruang dengan manusia.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi BKSDA Sumatera Barat Resort Limapuluh Kota, Khairi.

Ia memastikan, keberadaan satwa itu masih berada di sekitar habitatnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir namun tetap harus berhati-hati.

"Info dari petugas kami di Limapuluh Kota, satwa tersebut berada pada daerah yg memang berada di daerah teritorial wilayah jelajahnya," sebutnya ketika dikonfirmasi Haluan, Sabtu, 21 Mei 2022.

"Sampai saat ini, menurut petugas kami belum perlu penanganan," sambungnya.

Oleh karena itu, ia mewakili BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat setempat agar tetap berhati-hati dan berbagi ruang dengan satwa.(*)

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Terpopuler

X