Gatot Nurmantyo Jadi Tamu Kehormatan Rakernas Partai Pelita

- Senin, 16 Mei 2022 | 22:45 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam rakernas 2022 Partai Pelita di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin, 16 Mei 2022.  (Sumber: youtube Partai Pelita)
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam rakernas 2022 Partai Pelita di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin, 16 Mei 2022. (Sumber: youtube Partai Pelita)


HALUAN PADANG - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo menjadi tamu kehormatan dalam rapat kerja nasional Partai Pelita besutan Din Syamsuddin. Meski demikian, Gatot memastikan dirinya belum menjadi kader dari partai baru ini.

"Pak Din mengajak saya, tapi biarkan Pak Din berjuang di partai, saya tidak di partai. Sama-sama aja tujuannya," kata Gatot dalam acara rakernas di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin, 16 Mei 2022.

Akan tetapi, Gatot tidak merinci apakah dirinya diajak Din hanya sekedar untuk hadir di rakernas atau diajak menjadi kader partai. Gatot hanya menegaskan bahwa dirinya tidak berpartai.

"Biar saya di KAMI saja," kata dia. KAMI adalah singkatan dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Gatot dan Din sama-sama terlibat di koalisi ini.

Baca Juga: Trik Menyembunyikan Jaringan WIFI Agar Tak Dibobol Orang

Partai Pelita merupakan partai politik baru yang dideklarasikan oleh Din, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 28 Februari 2022. Partai ini telah mengantongi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam rakernas ini, Din Syamsuddin sempat memuji Gatot. "Sudah banyak disebut tentang beliau, sebagai jenderal aktivis yang punya komitmen besar bagi bangsa," kata Din dalam pidato pembukaan.

Din kemudian memastikan Gatot saat ini bukan kader Partai Pelita. Partai pun, kata Din, juga tidak pernah menawarkan ke orang-orang untuk bergabung.

Saat ini, Partai Pelita punya rencana untuk menjaring tokoh-tokoh bangsa yang beredar di luar. Baik yang masuk survei maupun yang tidak. "Yang bersifat presidential likes, sebagai capres cawapres," kata dia.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

X