Sandiaga Sebut Perputaran Uang Sektor Pariwisata Saat Libur Lebaran Tembus Rp 72 Triliun

- Selasa, 10 Mei 2022 | 20:35 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

HALUAN PADANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebutkan, kunjungan wisata di Indonesia berangsur pulih saat libur lebaran tahun ini.

Ia mengatakan, destinasi wisata mulai dipadati mayoritas wisatawan lokal dengan perputaran uang mencapai Rp 72 triliun.

Menurut Sandiaga, setelah 2 tahun sebelumnya memperketat aturan mudik, kelonggaran libur lebaran tahun ini menjadi satu peluang usaha yang baik untuk wisata Indonesia. Wisata di seputar jalur mudik pun dipadati kunjungan di sektor lokal.

Baca Juga: Launching Kalender Pariwisata 2022, Berikut Sejumlah Event Menarik yang Akan Berlangsung di Kota Padang

“Ada perputaran uang sekitar Rp 72 triliun, destinasi-destinasi wisata penuh semua,” kata Sandiaga, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senin, 9 Mei 2022.

Sandiaga memprediksi jumlah perputaran uang yang beredar di destinasi wisata Bali mencapai Rp 250 miliar. Selain Bali, kawasan wisata domestik lainnya di Jakarta seperti Ragunan, Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah juga mengalami peningkatan kunjungan. “Dampak ekonomi yang detail akan segera kami hitung,” ucap Sandiaga.

Soal protokol kesehatan, Sandiaga mengatakan telah melakukan monitoring, dan hasilnya sepanjang 2-8 Mei terjaga di angka 84,06 persen. Sedangkan untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan ada di angka 83,45 persen.

Baca Juga: Berkunjung ke Kabupaten Solok, Sandiaga Uno Akui Keindahan Chinangkiak

Sandiaga juga turut mengapresiasi para wisatawan maupun pelaku usaha di destinasi wisata yang telh menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).

Sebelumnya, Sandiaga sebelumnya memprediksi tingkat kunjungan ke desa wisata meningkat sekitar 30-40 persen selama libur Lebaran 1443 Hijriah. Minat kunjungan tersebut tinggi lantaran masyarakat mulai mencari alternatif tempat liburan di luar destinasi utama.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

X