Wali Nagari Salingka Danau Singkarak Bertemu Gubernur, Sampaikan Beberapa Permasalahan

- Sabtu, 23 April 2022 | 17:08 WIB
Danau Singkarak yang membentang di dua Kabupaten di Sumatera Barat Yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok (ist)
Danau Singkarak yang membentang di dua Kabupaten di Sumatera Barat Yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok (ist)

HALUAN PADANG - Para wali nagari di salingka (selingkar) Danau Singkarak yang tergabung dalam Badan Pengelola Kawasan Danau Singkarak (BPKDS) menyampaikan beberapa keresahan terkait salah satu danau prioritas nasional tersebut, antara lain soal tempat sampah dan semakin banyaknya penangkap ikan endemik.

Keresahan itu disampaikan ketika Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersilaturrahmi dengan para wali nagari salingka Danau Singkarak di Kantor Wali Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (22/4/2022).

Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua BPKDS Jasman, Anggota DPRD Kabupaten Solok Nazar Bakri, serta para wali nagari ataupun yang mewakili dari nagari-nagari salingka Danau Singkarak, diantaranya dari Sumani, Paninggahan, Singkarak, Muaro Pingai dan Saniang Baka. Turut mendampingi gubernur, Kepala DKP Sumbar Desniarti, Kepala Biro Umum Syefdinon, dan Kepala Biro Adpim Maifrizon.

"Selain masalah sampah, beberapa masalah Danau Singkarak saat ini adalah penangkap ikan lebih dari 4 ribu, dari awalnya hanya seribu orang. Sehingga perlu alih alih, agar tidak semuanya turun ke danau," ungkap Jasman, seperti tertulis di situs sumparprov.go.id.

Baca Juga: Percepat Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru, Gubernur Sumbar Berharap Tidak Ada Lagi Penolakan

Arlis Usman, Ketua Badan Kerjasama Nagari Paninggahan juga mengeluhkan kenaikan debit air danau yang menyebabkan ratusan hektar sawah di Nagari Paninggahan terendam dan akhirnya gagal panen.

"Saya juga mohon pada Pak Gubernur agar kreatif meninjau ulang kerjasama untuk hasil pemanfaatan air permukaan oleh PLN yang belum pernah berubah. Potensi danau lainnya juga banyak yang bisa dikembangkan untuk wisata dan ekonomi lainnya," ujar Arlis.

Sementara itu, Gubernur mengapresiasi keberadaan BPKDS yang sudah ada sejak 2011 silam. Menurut Gubernur, BPKDS berperan penting dalam rangka dan perlindungan Danau Singkarak

"Perlu kajian-kajian khusus mengapa permukaan danau meningkat. Bisa jadi ada yang tersumbat. Soal sampah, jangan ada lagi yang membuang sampah ke sungai, batang lembang. Sampah harus dikelola, khususnya disepanjang sungai-sungai yang bermuara ke danau," kata gubernur.

Kemudian, Anggota DPRD Kabupaten Solok Nazar Bakri mengapresiasi berbagai masukan dari gubernur dan menyepakati dengan masyarakat salingka danau untuk mengusulkan optimalisasi ekonomi kreatif kepada Gubernur.

Halaman:

Editor: Muhammad Daffa De Benny Putra

Sumber: Dinas Kominfotik Prov Sumbar, sumbarprov.go.id

Tags

Terkini

X