Halo Warga RI Pengguna Vaksin Sinovac, WHO Ada Pesan Penting Nih untuk Anda

- Senin, 4 April 2022 | 09:33 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HALUANPADANG - Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sangat menganjurkan mereka yang menerima vaksin dari virus yang dimatikan (inactivated virus) seperti Sinovac untuk segera mendapatkan booster atau vaksin dosis ketiga. Ini merupakan rekomendasi WHO agar tubuh tetap terlindungi dari virus Covid-19 karena adanya penurunan kekebalan dari vaksin jenis inactivated yang telah digunakan.

Rekomendasi ini dirilis setelah Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) untuk imunisasi mengadakan pertemuan pada Selasa pekan lalu untuk mengevaluasi kebutuhan akan booster vaksin Covid-19.

Vaksin inactivated menggunakan cara mengambil virus SARS-CoV-2 dan menonaktifkan atau membunuhnya menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi. Ini salah satu cara paling populer yang dipakai dunia kesehatan untuk membuat vaksin.

Baca Juga: Orang Tua Harus Waspada, Video Huggy Wuggy di TikTok Ajarkan Anak-anak untuk Membunuh

Dalam rekomendasi tersebut tidak disebutkan nama vaksinnya. Namun, ada dua jenis vaksin inactivated yang mendapat emergency use listing (EUL) dari WHO, yakni vaksin Sinovac bernama CoronaVac dan vaksin Sinopharm bernama BBIBP-CorV.

Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah setidaknya selama enam bulan, meskipun data menunjukkan kekebalan terhadap penyakit parah berkurang pada lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inactivated" ujar Alejandro Cravioto, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/12/2021).

Baca Juga: Perusahaan Dilarang Tegas Cicil THR, Harus Dibayar Penuh!

Direktur Departemen Imunisasi WHO Kate O'Brien mengatakan vaksin Covid-19 memberikan perlindungan "sangat baik" selama enam bulan setelah dosis kedua dengan beberapa "penurunan kecil, sedang" dalam perlindungannya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X