Kasus Kardus Durian Kembali Menguak, Nama Cak Imin Diduga Bakal Terseret

- Selasa, 22 Maret 2022 | 12:06 WIB
Muhaimin Iskandar  (ist)
Muhaimin Iskandar (ist)

Haluan Padang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka lembaran kasus perkara suap DPID Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2011 yang lebih dikenal sebagai kasus "Kardus Durian".

Nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut-sebut bakal terseret. Dugaan penerimaan jatah uang sebesar Rp 1,5 Miliar disebut-sebut sebagai alat bukti untuk menyeret wakil ketua DPR RI ini.

"Sekali lagi kami akan pelajari, kami analisa lebih lanjut kembali perkara-perkara yang dulu pernah ditangani di KPK yang dimaksud," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/3).

Baca Juga: KPK Launching Aplikasi JAGA Kampus, Ajak Mahasiswa Melapor jika Ada Korupsi di Kampus

Ali menjelaskan pihaknya akan menggali fakta hukum dan mencari minimal dua alat bukti untuk menjerat tersangka dalam kasus ini. Apabila nantinya sudah ditemukan pihaknya bakal menaikan perkara ke tingkat penyidikan.

"Kalau kemudian fakta hukum jelas, tentunya memang harusnya sudah dinaikan, apalagi kemudian sudah cukup lama perkara tersebut," ucapnya.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Cak Imin. Dalam kasus ini sendiri sudah ada tiga orang yang dijatuhkan vonis bersalah karena terbukti melakukan praktik korupsi dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Gubernur Sumut Tanggapi Penangkapan Bupati Langkat Oleh KPK

Mereka adalah Sesditjen P2KT I Nyoman Suisnaya, Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan, dan kuasa direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X