Soal Aturan Baru Pencairan Dana JHT, Serikat Pekerja: Tidak Masuk Akal!

- Sabtu, 19 Februari 2022 | 16:02 WIB
Ilustrasi klaim JHT
Ilustrasi klaim JHT

HALUAN PADANG- Aturan baru terkait pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan yang cair setelah usia 56 tahun menimbulkan polemik dan menjadi sorotan akhir-akhir ini. Aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 itu terus mendapat penolakan.

Presiden DPP Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, Mirah Sumirat, yang mewakili para buruh  tegaskan tak setuju dengan aturan itu.

Ia menyebut pencairan dana tersebut sama sekali tidak masuk akal, sebab dana yang seharusnya menjadi hak para pekerja, justru diatur-atur sedemikian rupa oleh pemerintah. Menurutnya, aturan itu justru merugikan para buruh atau pekerja.

Baca Juga: Menaker Ida Fauziah Tegaskan Dana JHT Tidak Dipakai Pemerintah: Tetap Hak Pekerja

"Saya sejak awal diterbitkannya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, ini akal sehat saya masih belum bisa menerima," kata Mirah saat menghadiri diskusi Polemik Trijaya dengan tema 'Quo Vadis JHT' yang ditayangkan lewat akun YouTube MNC Trijaya, Sabtu 19 Februari 2022.

"Logika pakai akal sehat aja deh, bagaimana mungkin dana pekerja buruh itu yang dananya sendiri, meskipun ada share dari pemberi kerja, tapi fakta hukumnya kan buat pekerja atau buruh, itu ditahan, dan diatur-atur," lanjutnya.

Mirah menegaskan, bukan hanya buruh pabrik yang menolak Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tetapi para pekerja kantoran juga tidak sepakat dengan aturan dana JHT baru bisa dicairkan setelah umur 56 tahun.

Baca Juga: JHT Cair Saat Usia 56 Tahun, Berikut 3 Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

"Sektor kantoran pun menolak Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang memang situasinya saat ini melebihi situasi krisis 98," bebarnya.

Halaman:

Editor: Juni Fitra Yenti

Sumber: Sindo News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X