Insiden Desa Wadas, Athari : Jangan Bertindak Seperti Penjajah!

- Rabu, 9 Februari 2022 | 21:32 WIB
Anggota DPR RI, Athari Gauthi Ardy
Anggota DPR RI, Athari Gauthi Ardy

HALUAN PADANG - Tagar Wadas Melawan menggema di media sosial, hal ini dipicu oleh insiden pengerahan aparat kepolisian dalam jumlah besar yang diikuti dengan penangkapan terhadap sejumlah warga di Desa Wadas Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), untuk mengawal pengukuran lahan pembangunan Bendungan Bener, Selasa (8/2).

Mendengar hal tersebut, anggota Komisi V DPR RI, Athari Guthi Ardi menilai upaya tersebut sebuah kemunduran. 

“Kalau saya lihat kok seperti kita kembali ke zaman kolonial dan orde baru ya. Desa dikepung, rumah-rumah masyarakat disisir dan mereka ditangkapi seperti itu. Tidak masuk akal bagi saya era demokrasi ini masih memakai cara seperti itu, Janganlah bertindak seperti penjajah,” Kata Athari Gauthi Ardi kepada Haluan Padang Rabu (9/2).

Baca Juga: Sinergi dengan Athari, Bupati Solok Berhasil Bawa Anggaran Pusat 19,2 M untuk Normalisasi Batang Lembang

Wakil Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional (PAN) itupun mempertanyakan alasan pengerahan aparat dalam jumlah besar dan terindikasi bertindak represif tersebut. 

“Memangnya masyarakat kita disana teroris, mengancam kedaulatan negara, mereka makar? Kan tidak. Terus mengapa sampai represif seperti itu? Bagi saya ini sangat keterlaluan, saya sangat mengecam tindakan aparat itu,” tegas Athari Gauthi Ardi.

Legislator muda Sumatera Barat itu menilai insiden yang terjadi di Desa Wada tersebut sangat melukai masyarakat dan merusak nilai-nilai demokrasi.

Baca Juga: Pasca Komunikasi dengan Athari, Usulan Wabup Pessel Diganjar 32 M

“Ini sangat melukai masyarakat kita, merusak nilai-nilai demokrasi yang sudah diperjuangkan puluhan tahun,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Emen HLN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X