Di Tahun 2021, Polri Selamatkan Triliunan Rupiah Uang Masyarakat Dari Penghimpunan Dana Ilegal dan Pinjol

- Kamis, 27 Januari 2022 | 16:01 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Haluan Padang - Selama tahun 2021, Polri berhasil mengungkap dua kasus penghimpunan dana secara ilegal yang merugikan masyarakat hingga triliunan rupiah.

Untuk praktek penghimpunan dana ilegal, disebutkan oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dilakukan dalam bentuk penipuan, penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus ini dilakukan oleh PT. Hanson Internasional dan Koperasi Hanson Mitra Utama. 

Menurut Sigit, pada perkara tersebut pihaknya menangkap tersangka BT bersama 9 orang yang melakukan penghimpunan dana dalam bentuk medium term note/short term borrowing/ringkasan perjanjian hutang dan simpanan berjangka tanpa izin dari OJK.

Baca Juga: Satu dari Empat Orang Penduduk Indonesia Adalah Nasabah Pinjol

"Kerugian nasabah dalam kasus ini sebesar Rp6,2 triliun," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis, 27 januari 2022.

Kemudian perkara kedua, lanjut Sigit adalah pengungkapan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan TPPU yang dilakukan oleh PT. Asuransi Kresna Life dengan tersangka inisial KS. Adapun kerugian nasabah dalam kasus ini sebesar Rp688 miliar.

Disisi lain, sepanjang tahun 2021 lalu, Polri juga telah melakukan penindakan tegas terhadap kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Setidaknya, ada 89 perkara yang diungkap dengan 65 tersangka, dimana empat diantaranya Warga Negara Asing (WNA).

Baca Juga: Kemenkominfo Sebut Tak Perlu Bayar Utang Pinjol Ilegal, Ini Alasannya

Adapun salah satu kasus pinjol yang menjadi perhatian publik adalah kasus PT. Asia Fintek Teknologi yang bertindak sebagai perusahaan penyelenggara transfer dana dalam kegiatan pinjol ilegal tersebut bermitra dengan beberapa koperasi simpan pinjam.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X