Sebelum Ditangkap KPK, Hakim di PN Surabaya Ini Pernah Diperiksa MA Karena Bebaskan Koruptor Rp 119 M.

- Kamis, 20 Januari 2022 | 15:35 WIB
Petugas KPK Saat berada di PN Surabaya
Petugas KPK Saat berada di PN Surabaya

Haluan Padang - KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (20/1/2022) subuh. Dalam OTT ini, seorang hakim senior di PN Surabaya ini diamankan.

Hakim tersebut diketahui bernama Itong Isnaeni, yang sempat membuat publik heboh dengan membebaskan mantan Bupati Lampung Timur, Satono dalam perkara dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 119 Miliar.

Dan membebaskan mantan Bupati Lampung Tengah, Andy Achmad Sampurna Jaya yang terjerat kasus dugaan korupsi senilai Rp 28 M di tahun 2011. Saat itu, Itong menjadi hakim anggota di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Lampung.

Usai dibebaskan oleh Itong, Jaksa melakukan banding dan melangkah ke tingkat Kasasi. Disini, Satono dihukum 15 tahun penjara dan Andy 12 tahun penjara.

Atas putusan bebas Satono dan Andy tersebut, Itong sempat diperiksa Mahkamah Agung (MA). Itong terbukti melanggar kode etik dan diskors ke Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu.

Itong melanggar Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim.

Itong diputus terbukti melanggar Pasal 4 ayat 13 yang berbunyi : Hakim berkewajiban mengetahui dan mendalami serta melaksanakan tugas pokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya hukum acara, agar dapat menerapkan hukum secara benar dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiap pencari keadilan.

Adapun dua hakim lain yang mengadili Satono dan Andy dinyatakan MA tidak bersalah secara etika. Setelah hukuman skorsnya pulih, Itong berdinas lagi.

Sebelum bertugas di PN Surabaya, Itong juga pernah di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Terkini

X