Ketua Kadin Sumbar Ramal Saleh Angkat Bicara Soal SK-244 Yang Bikin Gaduh

- Rabu, 19 Januari 2022 | 20:47 WIB
Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh
Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh


Haluan Padang
- Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh angkat bicara soal kegaduhan yang terjadi di internal Kadin Sumbar setelah terbitnya SK-244. Kegaduhan ini terjadi akibat ada ketidakpuasan dari beberapa anggota Kadin Sumbar terkait isi yang diterangkan oleh SK-244 tersebut.

"Kegaduhan ini muncul karena ada ketidakpuasan dari beberapa anggota yang tidak puas dengan SK-244 tersebut. Fenomena seperti ini biasa terjadi dalam organisasi. Setiap organisasi pasti ada riak-riak konflik internal,," kata Ramal Saleh kepada Haluan Padang, Rabu (19/1/2022) via seluler.

Dijelaskannya, ketidakpuasan tersebut muncul karena anggota Kadin yang disebutkan dalam DK-244 digeser dari kepengurusan. Padahal penerbitan SK-244 tersebut sudah sesuai dengan mekanisme organisasi.

Dimana Sk ini terbit setelah melalui dua kali rapat pleno dan dikuatkan oleh hasil rapat pimpinan provinsi dengan keputusan agar melakukan reshuffle kepengurusan.

"Saya dan tim kemudian menyusun kepengurusan. Lalu diusulkan ke Kadin Indonesia. Nah, Kadin Indonesia menyetujui dan diterbitkan SK-244 tersebut," Kata Ramal Saleh.

Baca Juga: SK-244 Kadin Bikin Gaduh, Ini Alasan Tim Penolak Bakal Menempuh Jalur Hukum

Dengan telah melalui mekanisme tersebut, Ramal Saleh meyakini SK-244 tersebut sah. Hanya saja ia menyayangkan muncul riak kegaduhan pasca SK-244 ini diterbitkan karena ada anggota Kadin yang tidak puas.

"Pak Zainul dkk itu sudah tidak menjadi pengurus lagi. Secara sah tertuang dalam SK-244. Nah, wajar tidak puas dan terjadi kegaduhan. Itu biasa dalam organisasi. Ini namanya dinamika Organisasi," ucapnya.

Ia juga mengatakan terkait isi SK-244 yang menerangkan mencabut SK-052, hal tersebut hanya kesalahan administratif dalam pengetikan. Dan persoalan itu yang harus memperbaikinya harus Kadin Indonesia.

"Itu hanya kesalahan administratif. Ada kesalahan dalam pengetikan. Harap dimaklumi saja, karena di Kadin Indonesia juga ada pergantian kepengurusan. Pastinya jika ada ditemukan kesalahan, pasti akan direvisi. Bahkan selama saya menjabat ketua Kadin, sudah 4 kali keluarkan SK mengenai kepengurusan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X