Waket DPD RI Minta Presiden Kecam PM India Atas Kekerasan dan Diskriminasi Agama

- Rabu, 19 Januari 2022 | 12:03 WIB
Presiden RI Joko Widodo dan Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin
Presiden RI Joko Widodo dan Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin

HALUAN PADANG- Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin meminta pemerintah Indonesia untuk turut memperhatikan dan mengambil langkah diplomatik tegas terhadap eskalasi kekerasan dan diskriminasi bermotif agama yang terjadi di India saat ini.

"India merupakan negara sahabat yang sejak awal dikenal sangat dekat dengan RI, tapi melihat eskalasi internal India saat ini, rasa sangat tidak etis jika Indonesia mendiamkannya. India harus disadarkan tentang arti penting kemajemukan dan kemanusiaan", tegas Sultan melalui keterangan resminya pada Rabu (19/01).

Lanjutnya, pemerintah berkewajiban memberikan teguran keras jika agenda politik kekuasaan telah menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan universal. Apalagi yang diserang adalah kelompok minoritas Muslim dan Kristen.

Baca Juga: Wako Hendri Septa Resmi Arfian sebagai Dewas Perumda AM Kota Padang

"Saya kira tidak berlebihan jika pemerintah Indonesia baik Presiden maupun melalui kementerian Luar negeri memberikan atensi serius dengan kecaman dan isyarat diplomatik lainnya yang bisa meredakan ketegangan sosial politik yang terjadi di India. Indonesia harus mengambil peran perdamaian yang lebih di level global, khususnya di negara-negara Asia-Afrika", ungkapnya.

Diketahui, Seruan kekerasan agama dengan cara pembantaian besar-besaran umat Muslim di India kembali terjadi.

Baca Juga: Komite I DPD RI Siapkan Revisi UU Pemerintah Aceh

Otoritas India telah melaporkan seorang biksu Hindu yang menghasut kekerasan agama setelah ia menyerukan pembantaian Muslim di India.

Telah terjadi peningkatan penargetan kelompok nasionalis Hindu yang terafiliasi dengan Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Narendra Modi terhadap minoritas Muslim dan Kristen di banyak wilayah.

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X