Aturan Terbaru: Seluruh Pelaku Perjalanan Luar Negeri Kini Wajib Mengikuti Karantina 7 Hari

- Jumat, 14 Januari 2022 | 15:34 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito memaparkan perkembangan di tingkat global yang dapat dijadikan pembelajaran bagi Indonesia untuk mencegah potensi gelombang ketiga.  (covid19.go.id)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito memaparkan perkembangan di tingkat global yang dapat dijadikan pembelajaran bagi Indonesia untuk mencegah potensi gelombang ketiga. (covid19.go.id)

HALUAN PADANG - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerapkan kebijakan masa karantina kedatangan bagi seluruh pelaku perjalanan luar negeri. Seluruh pelaku perjalanan luar negeri kini harus menjalani karantina 7 hari atau 7 x 24 jam.

Hal itu seiring dengan keputusan pemerintah menghapus 14 daftar negara yang dilarang masuk ke Indonesia yang dahulu diberlakukan guna menekan penyebaran Covid-19 dan varian omicron di Indonesia.

Semula, pemerintah menetapkan durasi karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri selama 7 sampai 10 hari.

Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Penendang Sesajen di Semeru Menyesal dan Minta Maaf, Simak Videonya di Sini

Keputusan terbaru ini tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Surat Keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto pada 12 Januari 2022.

“Warga Negara Indonesia pelaku perjalanan luar negeri wajib melakukan karantina dengan jangka waktu 7x24 jam,” tulis Surat Keputusan Kasatgas tersebut, dikutip CNN Jumat (14/1).

Baca Juga: Sebelum Ditangkap, Fico Fachriza Pernah Mengaku Memakai Narkoba, Begini Pengakuannya!

Kemudian bagi WNI pelaku perjalanan luar negeri melakukan karantina secara terpusat. Karantina tersebut dilakukan secara gratis dengan pelayanan mencakup penginapan, transportasi, makan, obat, Alat Pelindung Diri, bahan habis pakai dan biaya RT PCR.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X