Predator Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Fahira Idris: Sudah Sepantasnya, Semoga Hakim Kabulkan

- Jumat, 14 Januari 2022 | 10:16 WIB
Anggota DPD RI yang juga aktivis perlindungan anak Fahira Idris
Anggota DPD RI yang juga aktivis perlindungan anak Fahira Idris

HALUAN PADANG- Terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung (11/1).
 
Anggota DPD RI yang juga aktivis perlindungan anak Fahira Idris mengungkapkan, kekerasan seksual terhadap anak sudah masuk dalam kategori kejahatan luar biasa.

Ia juga mengapresiasi tuntutan yang diajukan Kejati Jabar. Menurutnya, negara harus tegas terhadap predator anak seperti ini. Ini adalah upaya pencegahan paling efektif untuk mencegah dan mengatasi fenomena kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia.

"Predator anak tidak layak ada dalam komunitas masyarakat,” tukas Fahira Idris pada keterangan resminya, Kamis (12/1). 
 
Lanjutnya, opsi pidana mati dalam UU Perlindungan Anak yang mengategorikan kekerasan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa adalah kemajuan dalam upaya perlindungan anak di Indonesia.
 
Terlebih, katanya, selain menambah pidana pokok berupa pidana mati dan pidana seumur hidup, serta pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku, UU Perlindungan Anak yang baru ini, menambahkan ketentuan mengenai tindakan berupa kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, dan rehabilitasi.

"Saya yakin, upaya kita mengatasi fenomena kekerasan seksual terhadap anak bisa efektif jika penegak hukum konsisten berpegang penuh kepada UU Perlindungan Anak,” pungkas Fahira.

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X