Jawab Kehebohan Bantuan Sapi Kurus, Kadisnak Keswan Sumbar : Ini Persoalan Miss Komunikasi

- Rabu, 5 Januari 2022 | 16:58 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Haluan Padang - Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Erinaldi angkat bicara terkait kehebohan bantuan Sapi yang dianggap kurus dan penyakitan oleh beberapa penerima kelompok ternak yang dapat bantuan.

Baginya, ada pola komunikasi yang tidak sepaham antara pemberi bantuan (Pemprov Sumbar) dengan penerima bantuan (kelompok tani). Akhirnya terjadi miss komunikasi yang membuat heboh masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Erinaldi saat menjadi narasumber dalam sebuah tayangan televisi lokal Sumbar.

"Ini persoalan miss komunikasi saja. Akhirnya ada stigma negatif yang muncul di tengah masyarakat. Informasi yang tersebar tidak sepenuhnya disampaikan. Akhirnya, Kami (Disnak Keswan) tersudutkan," sebut Erinaldi dikutip Haluan Padang pada Rabu (5/1) sore WIB.

Baca Juga: Nasib Malang Si Sapi Bantuan

Dalam wawancara tersebut, Erinaldi menegaskan bahwa pengadaan ini sudah sesuai dengan spek teknis yang dipaparkan pemerintah selama proses lelang.

"Tidak ada yang salah. Saya sudah tegaskan kalau ini tidak ada pelanggaran sesuai spek teknisnya, kita aja yang tidak sama-sama paham," sebut dia.

Di sisi lain, ia juga menyebut bahw Dinas Peternakan Sumbar juga bakal mengganti semua hewan ternak bantuan yang mati tersebut.

Baca Juga: Usai Heboh Di Padang, Di Solok Juga Muncul Keluhan Bantuan Sapi Kurus

"Jika ada yang mati, kita ganti. Begitu bunyinya dalam kontrak. Proses penggantian dilakukan dalam sepekan dan harus ada berita acara dari petugas di lapangan," sebut Erinaldi.

Soal ukuran sapi dan kambing yang diterima petani dan peternak, Erinaldi menilai itu hanya soal persepsi masyarakat saja.

"Soal persepsi saja. Kita di peternakan, sapi yang untuk indukan itu ukuran sedang. Tidak kurus dan tidak gemuk," papar dia.

Baca Juga: Bantuan Sapi Ditolak Sebagian Kelompok Tani, Wakil Rakyat Sebut Peternak Takut Ambil Resiko

"Kurusnya sapi lokal dengan kurusnya sapi jenis lain, persepsinya beda lagi," imbuhnya.

Namun alih-alih menjelaskan lebih detail soal ukuran ideal sapi, Erinaldi meminta masyarakat agar tidak menganggap bahwa sapi yang diberikan pada kelompok tani tersebut seperti sapi Simental bantuan Presiden.

"Jangan bayangkan seperti sapi kurban Presiden. Ukurannya berbeda. Kali ini bayangkan saja ukuran sapi kurban biasa, besar sapinya berapa?," tukas dia.

Baca Juga: Ribut-Ribut Pemprov Sumbar, Mulai dari Proyek Dikuasai Ring 1 Gubernur Hingga Pengadaan Sapi

Pasalnya, dalam kontrak kerja dengan pemenang tender, ukuran sapi yang ditetapkan pemerintah tidak menggunakan perhitungan gemuk maupun besar.

"Melainkan centimeter, dimana Sapi crossing ini lebih tinggi 10 cm dari sapi lokal. Itu yang harus dipahami," pungkasnya kemudian.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X