Konflik Manusia dengan Satwa Liar di Agam Naik Hampir 100 Persen Sepanjang 2021, Beruang Madu Terbanyak

- Rabu, 5 Januari 2022 | 15:05 WIB
BKSDA memasang kamera trap guna memantau aktifitas Harimau di Agam, Sumbar.
BKSDA memasang kamera trap guna memantau aktifitas Harimau di Agam, Sumbar.

HALUAN PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Agam mencatatkan persentase konflik manusia dengan satwa liar naik hampir 100 persen sepanjang 2021.

Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra mengatakan, pihaknya mencatat sepanjang 2021 ada 19 kasus konflik yang terjadi. Sedangkan tahun 2020 hanya ada 10 kasus.

Adapun konflik antara manusia dengan satwa liar itu berupa harimau, macan dahan, beruang madu dan lainnya meningkat sembilan kejadian.

Baca Juga: Awas! Ada Buaya di Kawasan Bungus Padang, BKSDA Sumbar Pasang Peringatan

"Konflik itu meningkat akibat musim buah, alih fungsi lahan, persediaan pakan berkurang dan lainnya," kata Ade.

Ia merinci 19 kejadian konflik antara manusia dengan satwa liar, yakni beruang madu sebanyak enam kejadian, buaya lima kejadian, harimau sumatera empat kejadian, tapir satu kejadian, beruk dua kejadian dan macan dahan satu kejadian.

"Satwa liar itu memangsa ternak warga berupa sapi sembilan ekor, kambing satu ekor, anjing tiga ekor. Satu warga Tiku Lima Jorong meinggal dunia akibat dimangsa buaya muara," katanya.

Baca Juga: Harimau di Agam Mengamuk Lagi, Kali Ini Serang Lima Ekor Sapi Milik Warga

Sementara itu, pada 2020 jumlah ternak yang dimangsa satwa liar jenis sapi enam ekor, kambing sembilan ekor.

Sedangkan korban meninggal dunia satu orang dan luka-luka satu orang.

"Pada 2019 konflik antara manusia dengan satwa 11 kejadian," katanya.

Dengan kejadian itu, Ade mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara tidak ke kebun pada malam hari, mengembalakan ternak tidak di dekat kawasan dan lainnya.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X