Ribut-Ribut Mutasi Pemko Padang: Ketika Seorang Dokter Urus Perpustakaan

- Rabu, 5 Januari 2022 | 14:56 WIB
Pelantikan Sembilan Pejabat Eselen II di Lingkungan Pemko Padang (Istimewa)
Pelantikan Sembilan Pejabat Eselen II di Lingkungan Pemko Padang (Istimewa)

HALUAN PADANG - Mutasi 9 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang yang dilakukan oleh Wali Kota Padang, Hendri Septa pada Jumat 31 Desember 2021 silam memunculkan polemik.

Pasalnya, dari 9 nama itu, ada satu nama yang dinilai menempati posisi yang tidak tepat dengan keahliannya. Nama tersebut adalah Feri Mulyani. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Padang itu dipindahkan Hendri Septa jadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Padang, Budi Syahrial. Ia menilai, keputusan mutasi yang dilakukan Hendri Septa tidak tepat, sebab Feri Mulyani adalah seorang dokter.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Kota Padang: PTM akan Dilakukan Mulai Pekan Depan

Apalagi, kata dia, saat ini Pandemi Covid-19 belum berubah jadi Endemi, sehingga sosok Feri Mulyani yang menyelesaikan pendidikan magisternya di bidang Biomedik itu masih dibutuhkan dalam penanganan Pandemi.

"Wako aneh-aneh saja yang dibuat. Masa ASN seorang dokter yang kompetensinya di bidang kesehatan malah ditempatkan mengurus soal arsip dan pustaka," kata Budi dikutip dari Harian Singgalang.

Akibat mutasi ini, kini jabatan Kepala Dinas Kesehatan kosong. Kondisi ini dinilai Budi harus menjadi fokus Wali Kota. "Kalaupun dijabat oleh seorang Plt, kewenangannya kan terbatas," ujarnya.

Baca Juga: Kasat Pol PP Mursalim: Menjadikan Satpol PP Kota Padang sebagai Pasukan Elit

Penilaian yang sama juga disampaikan oleh anggota DPRD lainnya Elly Thrisyanti. Kendati mutasi tersebut merupakan hak Wali Kota, ia tetap mempertanyakan perihal kekosongan jabatan Kepala Dinas Kesehatan ini.

"Kota Padang membutuhkan seseorang untuk mengisi posisi Kepala Dinas Kesehatan, dan kebutuhan ini sangatlah urgent. Perlu ditunjuk segera pejabat definitifnya," sebut dia.

Demi mengisi kekosongan itu, Dokter Pemerhati Covid-19, Kol Purn dr Farhaan Abdullah menilai, Pemko Padang harus gerak cepat. Bahkan ia menyebutkan jabatan Kepala Dinas Kesehatan ini harus diisi oleh sosok yang benar-benar kompeten.

Baca Juga: Bak Raja Jalanan, Netizen Ramai-Ramai Hujat Prilaku Ugal-Ugalan Sopir Angkot Di Padang

"Pemko Padang segeralah menempatkan pejabat yang berkompeten di bidangnya untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang," sebut dia.

"Jabatan Kepala Dinas Kesehatan ini sifatnya urgent. Sebab Pandemi belum berakhir," pungkasnya.

Kendati sudah mendapatkan kritikan, hingga kini Wali Kota Padang, Hendri Septa belum memberikan tanggapan. Bahkan, Plt Sekretaris Daerah Kota Padang, Arfian pun tidak merepon telepon konfirmasi yang dilayangkan Haluan Padang pada Selasa (4/1) kemarin.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X