Usai Heboh Di Padang, Di Solok Juga Muncul Keluhan Bantuan Sapi Kurus

- Rabu, 5 Januari 2022 | 13:00 WIB
Ilustrasi sapi (Haluan Creative - M Budiman)
Ilustrasi sapi (Haluan Creative - M Budiman)

Haluan Padang - Pasca ribut-ribut soal bantuan sapi kurus dan seminggu kemudian mati di Kelompok Tani Tuah Sakato Kota Padang oleh dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, turut heboh juga kelompok tani di Kabupaten Solok. Kelompok nternak Chinangkiek Raya Jorong Tumpanik, Nagari Singkarak, Kabupaten Solok mengeluhkan bantuan sapi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar juga kurus kering.

Hal ini disampaikan oleh ketua kelompok Ternak Chinangkiek Raya, Rip Efendi. Ia menyebutkan kelompok ternak Chinangkiek Raya mendapatkan bantuan 12 ekor sapi kurus dan lemah. Dismaping itu, sapi yang diterima masih sangat kecil dan belum siap dijadikan sebagai indukan.

"sapi yang kami terima tidak sesuai dengan spesifikasi. Masih kecil dan kurus. Belum bisa dijadikan sebagai indukan dan disuntik hamil. Ini yang diberikan kepada kami hanya anak-anak sapi yang kurus kering," kata Rip Efendi kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

Dijelaskannya, sapi-sapi ini diterima pada tanggal 1 Januari 2022 pukul 01.00 WIB dini hari. Pada paginya, dilihat sapi tersebut kurus dan lemah. Hanya ada tulang berbalut kulit.

"Jadi saya heran, kenapa sapi yang seperti ini lolos pengawasan. Dengan begini, kami yang menerima sapi jadi bingung. Kalau ada apa-apa, kami yang disalahkan. Padahal kondisi awal yang kami terima sudah begini," katanya.

Karena kondisi kurus dan lemah ini, Efendi mengaku tidak ada petani dan peternak yang mau menerima dan merawat sapi ini. Lantaran khawatir dan takut jika sapi tersebut mati di tangan mereka. Otomatis, sebagai penerima bantuan sapi akan di minta pertanggung jawabannya secara hukum.

“Takut sapi ini mati, dan kami yang disalahkan, rencananya sapi ini akan kami kembalikan saja,” ungkapnya

Sebelumnya, kelompok Tani Tuah Sakato Kota Padang juga mengeluhkan hal yang sama. Dimana bantuan sapi yang mereka terima kurus kering dan tidak sesuai spesifikasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. Dalam seminggu, bantuan ternak yang diterima sudah banyak yang mati. Tercatat ada 12 ekor sapi dan 40 kambing yang mati seminggu setelah bantuan diterima. (*)

Editor: Hajravif Angga

Tags

Terkini

X