Tambang Emas Ilegal Marak di Sumbar, Terbanyak di Dharmasraya

- Kamis, 23 Desember 2021 | 18:41 WIB
Tambang emas ilegal
Tambang emas ilegal

HALUAN PADANG - Luas hutan di Sumatera Barat pada tahun 2021 kini sisa 41 persen atau 1,7 juta hektare lebih. Angka itu lebih sedikit dari luas semestinya.

Menurut catatan Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Sumatera Barat memiliki hutan dengan luas 2,2 juta hektare atau 52 persen dari luas wilayahnya.

Berdasarkan analisis Warsi, pengurangan luas hutan tersebut disebabkan karena maraknya praktek pengelolaan hutan secara ilegal dan ilegal.

Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Rudi Syaf mengatakan, pengelolaan hutan secara legal tersebut dengan pemberian izin HPH.

"Sedangkan tindakan ilegal tersebut berupa Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Illegal Logging, dan pembukaan areal perladangan," katanya, Kamis (23/12).

Berdasarkan catatan Warsi, pertambangan emas ilegal marak ditemukan di 4 Kabupaten di Sumatera Barat. Adapun 4 daerah itu adalah Solok, Solok Selatan, Dharmasraya dan Sijunjung.

"Luas tambang emas ilegal di Dharmasraya seluas 1.773 ha, Solok 1.533, Solok Selatan 2.559, dan Sijunjung 1.103," sebut dia.

Rudi menjelaskan aktifitas pertambangan emas ilegal ini biasanya ditemukan di sungai utama atau pun sungai kecil dalam kawasan Area Penggunaan Lain (APL) dan hutan lindung.

Keberadaan tambang ilegal itu pun kemudian berdampak pada kerusakan lingkungan serta bencana longsor.

Hal ini terbukti pada sepanjang tahun 2021, terhitung 3 kali terjadi longsor di kawasan tambang emas di Dharmasraya dan Solok Selatan.

Halaman:

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X